Beberapa hari yang lalu, ada inseden kecil yang bikin aku ingat sesuatu...yang berhubungan dengan mama...
Dulluuu banget, waktu umurku sekitar 7 tahun gitu...aku masih tinggal di Kupang, NTT, tepatnya di daerah Tingkat I. Aku lupa tepatnya, yang pasti, sore itu, menjelang maghrib...langit sore dah semakin gelap...aku, mama dan mbak dewi jalan ber-3. Aku lupa dari mana. Yang pasti kami bertiga jalan kaki..dan saling bergandengan, mama di tengah2..diantara aku dan mbak dewi. Saat itu aku ingat mama cerita banyak hal, tentang jadi perempuan yang maju, dsb...
Terus terang aku juga bingung, kenapa aku bisa tiba2 saja ingat kejadian saat itu...bahkan aku ingat aku memakai baju warna pink...kedengarannya mengada2, tapi sungguh, aku bisa ingat dan hampir merasakan suasana yang hampir gelap saat itu...
Saat mendekati perempatan menuju rumah kami, kami melewati rumah yang lumayan bagus. Untuk masa itu, termasuk bagus malah. Rumah berpagar besi yang tidak terlalu tinggi (pagarnya), halaman rumput yang tidak terlalu luas, pohon2 dan bunga2 yang tidak terlalu banyak, tertata rapi. Dan saat itu, pintu depan rumah itu terbuka lebar...jenis pintu dengan 2 bagian...sehingga kami bisa melihat ruang tamunya secara langsung. Di sana ada satu set meubel antik yang benar2 cantik.
Tiba2 mama berhenti sebentar dan memandang ke dalam...aku pikir mama memperhatikan tanaman anggrek yang ada di bagian samping...mama suka anggrek...trus setelah beberapa menit berdiri, mama mengajak kami berjalan lagi. Trus mama ngomong gini "kursi yang ada di ruang tamu tadi bagus sekali ya?" kira2 begitulah yang diucapkan mama. Intinya mama suka sekali...bahkan mama sempat bilang kalo mama pingin punya kursi seperti itu.
Malamnya, entah bagaimana, apa yang diucapkan mama, masih terngiang jelas di telingaku...bahkan aku bertekad suatu hari nanti, aku ingin bisa membelikan mama kursi yang cantik itu...Biarpun tidak mirip, yang penting kursi yang cantik dan indah...untuk mama.
Tapi cuma malam itu...ya tekadku cuma sampai malam itu. Karena setelah malam itu, aku tidak ingat lagi. berhari-hari lewat, bahkan tahunan, puluhan tahun lewat...aku udah gak ingat lagi...
Sampai beberapa hari yang lalu, saat anakku Vina bilang, "mama, nanti ina mau beliin mama meja yang kayak punya kak wahyu ya..."
'deg'...tiba2 semuanya teringat begitu saja...Mungkin aku diingatkan...bahwa aku pernah berkhayal bahwa saat aku dewasa nanti, aku ingin memberi kebahagiaan buat mamaku...Tapi ternyata...rasanya aku belum mewujudkan itu...
Ah mama....
Rabu, 15 November 2006
Jumat, 10 November 2006
Izinkan Aku Bersandar...
Yakinkah ku berdiri, di hampa tanpa tepi
Bolehkah aku, mendengar-Mu
Terkubur dalam emosi, tanpa bisa sembunyi
Aku dan nafasku, merindukan-Mu
Terpuruk ku disini, teraniaya sepi
Dan ku tahu pasti, Kau menemani
Dalam hidupku, kesendirianku…
* Teringat ku teringat, pada janji-Mu ku terikat
Hanya sekejap ku berdiri, kulakukan sepenuh hati
Peduli ku peduli, siang dan malam yang berganti
Sedihku ini tak ada arti, jika Kaulah sandaran hati *
Inikah yang Kau mau, benarkah ini jalanMu
Hanyalah Engkau yang kutuju
Pegang erat tanganku, bimbing langkah kakiku
Aku hilang arah, tanpa hadirMu
Dalam gelapnya, malam hariku……
(Sandaran Hati, by LETTO)
Sering aku merasa lelah…sekali, maka saat itu aku ingat padaMu
Saat aku merasa tidak sanggup lagi untuk berdiri, maka aku berpegang padaMu
Kadang aku begitu sakit hingga ingin menangis, maka di depanMu ku menangis
Bila hati terlalu gembira, hingga tak bisa aku ungkap dengan kata,
Maka padaMu lah aku bercerita…walau tanpa kata…
Sakit, sedih, hancur, bahagia, dan ketakutanku…
Hanya Engkau tempatku mengadu
Kadang aku lupa untuk bercerita padaMu, menyebut namaMu
Tapi Engkau selalu bersedia memberi tempat padaku, kapan saja aku ingin berbagi
Bahkan saat ini, disaat aku merasa sudah habis kekuatan dan air mata…
Aku tetap merasa Engkau sedang membimbingku…
Engkau beri aku 2 malaikat kecil sebagai penopang…
Aku tidak tahu lagi…Mereka yang tidak bisa berjalan tanpa aku
Atau justru aku yang akan hancur tanpa mereka…
Yang aku tahu…Engkau lah yang selalu hadir di sini
Dalam hidupku…
Tuhan…maafkan atas dosa-dosa kecil dan besar yang aku perbuat…
Maafkan karena aku selalu datang dengan airmata dan memohon kekuatan
Bahkan saat berbahagia pun, aku akan menangis…
Tuhan…aku mohon…sinarilah jalanku selalu…
Agar aku tak hilang arah…karena aku harus membimbing karuniaMu jua…
Beri aku kekuatan karena… kadang aku ingin menyerah
Karenanya…setiap malam aku hanya mampu memohon sebelum tidurku…
“Ijinkan aku bersandar padaMu…”
Maka dengan memeluk kedua malaikat kecilku…
Aku tahu, Engkau ada disini…
Bolehkah aku, mendengar-Mu
Terkubur dalam emosi, tanpa bisa sembunyi
Aku dan nafasku, merindukan-Mu
Terpuruk ku disini, teraniaya sepi
Dan ku tahu pasti, Kau menemani
Dalam hidupku, kesendirianku…
* Teringat ku teringat, pada janji-Mu ku terikat
Hanya sekejap ku berdiri, kulakukan sepenuh hati
Peduli ku peduli, siang dan malam yang berganti
Sedihku ini tak ada arti, jika Kaulah sandaran hati *
Inikah yang Kau mau, benarkah ini jalanMu
Hanyalah Engkau yang kutuju
Pegang erat tanganku, bimbing langkah kakiku
Aku hilang arah, tanpa hadirMu
Dalam gelapnya, malam hariku……
(Sandaran Hati, by LETTO)
Sering aku merasa lelah…sekali, maka saat itu aku ingat padaMu
Saat aku merasa tidak sanggup lagi untuk berdiri, maka aku berpegang padaMu
Kadang aku begitu sakit hingga ingin menangis, maka di depanMu ku menangis
Bila hati terlalu gembira, hingga tak bisa aku ungkap dengan kata,
Maka padaMu lah aku bercerita…walau tanpa kata…
Sakit, sedih, hancur, bahagia, dan ketakutanku…
Hanya Engkau tempatku mengadu
Kadang aku lupa untuk bercerita padaMu, menyebut namaMu
Tapi Engkau selalu bersedia memberi tempat padaku, kapan saja aku ingin berbagi
Bahkan saat ini, disaat aku merasa sudah habis kekuatan dan air mata…
Aku tetap merasa Engkau sedang membimbingku…
Engkau beri aku 2 malaikat kecil sebagai penopang…
Aku tidak tahu lagi…Mereka yang tidak bisa berjalan tanpa aku
Atau justru aku yang akan hancur tanpa mereka…
Yang aku tahu…Engkau lah yang selalu hadir di sini
Dalam hidupku…
Tuhan…maafkan atas dosa-dosa kecil dan besar yang aku perbuat…
Maafkan karena aku selalu datang dengan airmata dan memohon kekuatan
Bahkan saat berbahagia pun, aku akan menangis…
Tuhan…aku mohon…sinarilah jalanku selalu…
Agar aku tak hilang arah…karena aku harus membimbing karuniaMu jua…
Beri aku kekuatan karena… kadang aku ingin menyerah
Karenanya…setiap malam aku hanya mampu memohon sebelum tidurku…
“Ijinkan aku bersandar padaMu…”
Maka dengan memeluk kedua malaikat kecilku…
Aku tahu, Engkau ada disini…
Senin, 23 Oktober 2006
Gambar apaan tuuu????

“Mama, ini gambar apa hayo?!” Tanya Vina dengan pedenya sambil nunjukin gambar ‘sesuatu’ yang mirip angka 2…dan ‘sesuatu’ yang mirip orang, dimana yang satunya punya ‘sesuatu’ yang mencuat di kepalanya.
Aku berpikir sebentar, trus aku jadi kagum….”Ina bikin angka 2 tu ya??” dan Vina mengangguk bangga…Wah, aku jelas senang…umur 3 tahun dia udah bisa bikin angka 2, hebat kan?
“Tapi ini gambar apa, Ma…” Tanya Vina lagi, dengan tidak sabar.
Aku berpikir lagi…apa ya? Kok aku gak ngudeng ya…
Dwi, administrator Yamack, ikutan berpikir…
“Itu monyet ya na? Dua monyet sedang maen…” tebak Dwi yakin.
“Ih tante…kok dibilang monyet sih…” sahut Vina tertawa
Aku dan Dwi makin bingung…kira2 apaan yah…Kalo diinget2, tadi emang Vina habis baca buku tentang monyet di perpustakaan…tapi katanya bukan, trus apa ya?
Oh, aku tau…”Itu 2 orang yang lagi maen ya….” Aku menebak lagi.
“bukan…ih…mama masak ga tau…”
Waduh, salah lagi…apaan ya? Emang aku harusnya tau ya? Tapi aku bener2 ga ada ide.
Apalagi Dwi…bener2 buntu kayaknya.
“apaan ya na…mama gak tau nih…” aku dan Dwi akhirnya menyerah.
Vina keliatannya agak2 bete karena kami ga tau…trus pasang aksi dengan mengacungkan dua jari membentuk V, dan….”Cupen diiin dua miyan….!!!!”
(super deal 2 milyar)….
Aku dan Dwi berpandangan…”hahahaha….”
Kok bisa ya….berarti yang tadi dibilang monyet ama Dwi, penontonnya donk….
“wah, itu penontonnya ya?” Tanya Dwi sambil mengusap air matanya….terlalu semangat ketawanya….
“Butan, tante…ini nito, yan ini yan cewek tu tu yo…!”
(ini nico yang ini yang cewek tu lo…)
Hahaha, maksud Vina itu adalah Nico Siahaan dan Anya Dwinov.
Haha, Dwi bener2 gak bisa nahan tawa…apalagi aku.
Kok bisa ya? Emang sih, tiap hari dia wajib nonton super deal, tapi aku ya gak kepikiran donk itu gambar super deal…Vina…Vina…
Karena kejadiannya di sekolah tempat aku kerja, sekarang ini ada trend, kalo kita papasan gitu...suka saling menyapa dengan..."eh ada salam dari Anya Dwinov..."
Hahahaha….sory banget ya bang Nico en mbak Anya…
No hurt feeling yaaa….
Kamis, 19 Oktober 2006
Menjelang Lebaran...
Mau lebaran lagi nih...Bentar lagi... tinggal 5 hari lagi.
Menjelang lebaran gini apa yang paling aku ingat??? Hmmm...so pasti suasana Ramadhan dan Lebaran saat aku masih di papua dulu...lho, kok???
Iya lah...meskipun tidak merayakan Lebaran, suasana ramadhan dan lebaran tetap berasa, dalam sekali. sebenarnya bukan cuma Lebaran aja yang terasa. Hari raya apapun, di papua, terasa sekali perayaannya. Bukan karena acaranya yang besar-besaran, tapi justru karena kesederhanaannya maka semua begitu ngangeni.
Ibaratnya, kalau Malaysia disebut trully Asia, maka buat aku, papua itu trully Indonesia...(sekali lagi, buat aku loh).
Setiap menjelang Lebaran(atau hari raya apapun), kami yang non muslim juga ikut sibuk membantu tetangga yang akan berhari raya. Mulai dari bantu-bantu nyicipin kue-kue(namanya juga anak2, mosok bantu bikin kue...hehehe...), sampai beberes rumah. Bukan cuma anak-anak loh...tapi juga orang dewasa. semua pasti sibuk.
Disana itu...banyak pendatang. Putra daerah juga rame pastinya. Dan saat itu, kami saling berbaur...rasanya gak ada beda. Kami saling membantu. Entah itu di rumah ataupun di sekolah. Kata siapa Papua itu masih kalah maju. Dari segi kebhineka tunggal ika-an...kami cukup maju.
Yah kalo sekarang banyak terdengar huru hara...aku yakin, secara keseluruhan, mereka masih seperti yang dulu.
Ohya balik ke Lebaran.
Kalau udah Lebaran...kami tuh sibuk bersiap diri dari pagi loh. gak kalah sibuk sama yang muslim.
Setelah jam 10.00 pagi...anak2 mulai keliling dari rumah ke rumah.
Sekedar informasi, semua rumah warga muslim, pasti open house. Semua anak diterima dengan tangan terbuka. Gak harus nyiapin makanan yang berat...kadangkala, kami masuk ke rumah orang yang belum kami kenal, dan benar2 silaturahmi dengan pemilik rumah.
Benar-benar menyenangkan.
Buat kami, bisa berkunjung ke rumah2, dan walau hanya disajikan permen...sudah berarti sekali...
Begitu menyenangkan.
Seandainya boleh mengulang lagi...aku ingin ada di sana lagi.
Nyarter taxi (angkot di papua namanya taxi) rame2...kerumah bapak/ibu guru, teman2, dan kerabat...
Benar-benar menyenangkan...
Buat semuanya...Selamat Hari Lebaran yaaa....
Semoga kita bisa saling memaafkan....
Di hari yang Fitri nanti...
Dan semoga, puasanya juga lancar.
Semangat!! Tinggal 5 hari...
Menjelang lebaran gini apa yang paling aku ingat??? Hmmm...so pasti suasana Ramadhan dan Lebaran saat aku masih di papua dulu...lho, kok???
Iya lah...meskipun tidak merayakan Lebaran, suasana ramadhan dan lebaran tetap berasa, dalam sekali. sebenarnya bukan cuma Lebaran aja yang terasa. Hari raya apapun, di papua, terasa sekali perayaannya. Bukan karena acaranya yang besar-besaran, tapi justru karena kesederhanaannya maka semua begitu ngangeni.
Ibaratnya, kalau Malaysia disebut trully Asia, maka buat aku, papua itu trully Indonesia...(sekali lagi, buat aku loh).
Setiap menjelang Lebaran(atau hari raya apapun), kami yang non muslim juga ikut sibuk membantu tetangga yang akan berhari raya. Mulai dari bantu-bantu nyicipin kue-kue(namanya juga anak2, mosok bantu bikin kue...hehehe...), sampai beberes rumah. Bukan cuma anak-anak loh...tapi juga orang dewasa. semua pasti sibuk.
Disana itu...banyak pendatang. Putra daerah juga rame pastinya. Dan saat itu, kami saling berbaur...rasanya gak ada beda. Kami saling membantu. Entah itu di rumah ataupun di sekolah. Kata siapa Papua itu masih kalah maju. Dari segi kebhineka tunggal ika-an...kami cukup maju.
Yah kalo sekarang banyak terdengar huru hara...aku yakin, secara keseluruhan, mereka masih seperti yang dulu.
Ohya balik ke Lebaran.
Kalau udah Lebaran...kami tuh sibuk bersiap diri dari pagi loh. gak kalah sibuk sama yang muslim.
Setelah jam 10.00 pagi...anak2 mulai keliling dari rumah ke rumah.
Sekedar informasi, semua rumah warga muslim, pasti open house. Semua anak diterima dengan tangan terbuka. Gak harus nyiapin makanan yang berat...kadangkala, kami masuk ke rumah orang yang belum kami kenal, dan benar2 silaturahmi dengan pemilik rumah.
Benar-benar menyenangkan.
Buat kami, bisa berkunjung ke rumah2, dan walau hanya disajikan permen...sudah berarti sekali...
Begitu menyenangkan.
Seandainya boleh mengulang lagi...aku ingin ada di sana lagi.
Nyarter taxi (angkot di papua namanya taxi) rame2...kerumah bapak/ibu guru, teman2, dan kerabat...
Benar-benar menyenangkan...
Buat semuanya...Selamat Hari Lebaran yaaa....
Semoga kita bisa saling memaafkan....
Di hari yang Fitri nanti...
Dan semoga, puasanya juga lancar.
Semangat!! Tinggal 5 hari...
Rabu, 18 Oktober 2006
Selamat Jalan Pak Tito...
INNA LILLAHI WA INNA ILLAHI RODJI'UN...kata-kata itu yang pertama muncul di sms yang dikirim oleh wawan uloly, temenku di Jayapura-Papua...kaget? jelas...apalagi waktu baca kalimat berikutnya...ternyata yang meninggal ayahnya Bagus N.Baskoro (alias Ebez), pukul 11.00 WIT kemarin.
Terlepas dari persahabatan aku sama Bas...aku emang sempat 'terpana' sama sosok Pak Tito Cordias (alm). Beliau dulu sama-sama anggota BP3 aktif si sekolah...(SMP 2 Jayapura Selatan). Dan beliau cukup dekat sama bapakku, dan bapaknya Yudi Pondiutomo (Pak Eddy). Bapakku sempet bilang, baru2 ini, waktu aku dan bapak ngomongin tentang sekolahku dulu, kalau Pak Tito ini concern banget ama masalah perlengkapan sekolah anak2...dalam arti, kelengkapan kami dalam berbagai kegiatan sekolah. Seperti kemah, dsb.
Yang aku inget...Pak Tito adalah tentara...kalo gak salah, Kapten. Badannya tinggi dan tegap...Kesannya juga tegas dan (maaf) sangar. Itu kesan pertama. Padahal, waktu aku sempat ngobrol dengan beliau, tidak sesangar bayanganku. Mungkin karena penampilannya aja ya? Namanya juga kesan pertama. Suka salah.
Waktu itu aku sempat berpikir, masak sih Pak Tito ini ayahnya Baskoro? Mereka bertolak belakang sekali. Secara fisik, Bas emang berpotongan ABRI (dulu kan masih ABRI...). Tegap, iya sih...sedikit. Cukurannya juga. Tapi Bas cungkring...dan wajahnya juga cara ngomong dan tingkah lakunya...sweet banget, nget. Beda ama Wawan dan Wahyu...Kalo sama Daru, dari penampilan luar ya sama...tapi isi kepalanya beda...hehehehe...Daru pikirannya suka 'kemana-mana' (sory my Prince...). Dan satu lagi...Biarpun lumayan tegas, kita suka gak tahan kalo Bas mulai ngomong...agak gagap (semoga sekarang sudah tidak ya Bas).
Aku pikir, Bas mungkin cenderung ke perilaku ibunya, yang seorang Guru, dan beliau memang lembut sekali. Maniss banget...ngadepin kami yang agak nakal (disopankan), beliau cuma senyum2 aja, biarpun kami suka ngeledek Bas di depannya, beliau cuma senyum aja, gak tau kalo dalam hati pingin nimpuk...(maaf bu, saya yakin, ibu pasti tidak seperti itu...).
Aku sering melihat Pak Tito di areal sekolah. Jadi dulu diam-diam aku suka memperhatikan beliau. Kesannya beliau cuek gitu, padahal, sebenarnya beliau care dengan kami. Itupun setelah aku sering dengar percakapan bapak dan pak Eddy.
Aku juga heran dengan perbedaan kepribadian yang mencolok antara Bas dan ayahnya. Bas itu, lembut ngomongnya. Sahabatku yang paling manis...dulu dia nyebut aku di diary perpisahan saat smp (untukku)...dengan sebutan...cantik...(senengnya...) dia juga berlaku manis pada semua cewek. Tentu aja cewek2 yang ada di lingkungan kami aja loh...kalo di luar itu, dia jaim juga...bisa salah tafsir tu cewek-cewek...Aku juga ingat cewek pertama Bas...namanya Debby...manis sperti dia...
Eh....ini bukan cerita tentang Bas...ini tentang Pak Tito...
Lanjut yuukkss...
Biarpun dulu aku gak terlalu akrab dengan almarhum, dan aku juga yakin beliau mungkin tidak ingat lagi dengan sosok anak yang beliau ajak ngobrol di lapangan bulu tangkis saat aku sendirian karena pelajaran agama, tapi sosok beliau dan nama lengkapnya, ternyata masih aku ingat jelas. Rasanya aku jadi secret admirer ni...
Dan sebagai salah satu sahabat Bas...(yang sekarang ini juga jadi tentara, alhamdullilah... almarhum pasti bangga), aku ikut berbela sungkawa.
Aku yakin, banyak orang yang pastinya merasa kehilangan sosok Pak Tito Cordiaz..
Terutama ibunya Bas...semoga, Baskoro dan keluarga yang ditinggalkan akan diberi ketabahan dan keikhlasan...
Dan semoga almarhum diberikan tempat yang baik di sisinya...Aminnn...
Selamat jalan Pak Tito...
Terlepas dari persahabatan aku sama Bas...aku emang sempat 'terpana' sama sosok Pak Tito Cordias (alm). Beliau dulu sama-sama anggota BP3 aktif si sekolah...(SMP 2 Jayapura Selatan). Dan beliau cukup dekat sama bapakku, dan bapaknya Yudi Pondiutomo (Pak Eddy). Bapakku sempet bilang, baru2 ini, waktu aku dan bapak ngomongin tentang sekolahku dulu, kalau Pak Tito ini concern banget ama masalah perlengkapan sekolah anak2...dalam arti, kelengkapan kami dalam berbagai kegiatan sekolah. Seperti kemah, dsb.
Yang aku inget...Pak Tito adalah tentara...kalo gak salah, Kapten. Badannya tinggi dan tegap...Kesannya juga tegas dan (maaf) sangar. Itu kesan pertama. Padahal, waktu aku sempat ngobrol dengan beliau, tidak sesangar bayanganku. Mungkin karena penampilannya aja ya? Namanya juga kesan pertama. Suka salah.
Waktu itu aku sempat berpikir, masak sih Pak Tito ini ayahnya Baskoro? Mereka bertolak belakang sekali. Secara fisik, Bas emang berpotongan ABRI (dulu kan masih ABRI...). Tegap, iya sih...sedikit. Cukurannya juga. Tapi Bas cungkring...dan wajahnya juga cara ngomong dan tingkah lakunya...sweet banget, nget. Beda ama Wawan dan Wahyu...Kalo sama Daru, dari penampilan luar ya sama...tapi isi kepalanya beda...hehehehe...Daru pikirannya suka 'kemana-mana' (sory my Prince...). Dan satu lagi...Biarpun lumayan tegas, kita suka gak tahan kalo Bas mulai ngomong...agak gagap (semoga sekarang sudah tidak ya Bas).
Aku pikir, Bas mungkin cenderung ke perilaku ibunya, yang seorang Guru, dan beliau memang lembut sekali. Maniss banget...ngadepin kami yang agak nakal (disopankan), beliau cuma senyum2 aja, biarpun kami suka ngeledek Bas di depannya, beliau cuma senyum aja, gak tau kalo dalam hati pingin nimpuk...(maaf bu, saya yakin, ibu pasti tidak seperti itu...).
Aku sering melihat Pak Tito di areal sekolah. Jadi dulu diam-diam aku suka memperhatikan beliau. Kesannya beliau cuek gitu, padahal, sebenarnya beliau care dengan kami. Itupun setelah aku sering dengar percakapan bapak dan pak Eddy.
Aku juga heran dengan perbedaan kepribadian yang mencolok antara Bas dan ayahnya. Bas itu, lembut ngomongnya. Sahabatku yang paling manis...dulu dia nyebut aku di diary perpisahan saat smp (untukku)...dengan sebutan...cantik...(senengnya...) dia juga berlaku manis pada semua cewek. Tentu aja cewek2 yang ada di lingkungan kami aja loh...kalo di luar itu, dia jaim juga...bisa salah tafsir tu cewek-cewek...Aku juga ingat cewek pertama Bas...namanya Debby...manis sperti dia...
Eh....ini bukan cerita tentang Bas...ini tentang Pak Tito...
Lanjut yuukkss...
Biarpun dulu aku gak terlalu akrab dengan almarhum, dan aku juga yakin beliau mungkin tidak ingat lagi dengan sosok anak yang beliau ajak ngobrol di lapangan bulu tangkis saat aku sendirian karena pelajaran agama, tapi sosok beliau dan nama lengkapnya, ternyata masih aku ingat jelas. Rasanya aku jadi secret admirer ni...
Dan sebagai salah satu sahabat Bas...(yang sekarang ini juga jadi tentara, alhamdullilah... almarhum pasti bangga), aku ikut berbela sungkawa.
Aku yakin, banyak orang yang pastinya merasa kehilangan sosok Pak Tito Cordiaz..
Terutama ibunya Bas...semoga, Baskoro dan keluarga yang ditinggalkan akan diberi ketabahan dan keikhlasan...
Dan semoga almarhum diberikan tempat yang baik di sisinya...Aminnn...
Selamat jalan Pak Tito...
Selasa, 10 Oktober 2006
Happy B'day To Me
Tanggal 8 kemaren...diriku tepat berusia 28th...Hiks...da tue yah...tapi tetap maniz...
apa hubungannya coba...
1 day before...aku ada acara kumpul2 ama anak2 ex Lollypop, kita makan2 sambil berenang di rumah Sinta. Mereka sekalian ngerayain b'day ku...hehehehe...Enggak kkook...
Trus..tanggal 8, jam 5an...aku jemput wahyu en vishta...mau berenang ke Tiara Dewata, eh...disiram ama kakak eka en mama ut...
Ulang tahun dirayain dengan berenang ama anak2...Mesha ampe nangis karena kelamaan berenang. kalo Vina en Wahyu, nangis karena disuruh berhenti, hehehehe...
Lagi asik berenang, Wawan Jayapura telpon...aduh senenge...
Menyusul sms dari Euis, Nik Tut, Mbak Dewi, dan yang paling surprised....telpon spesial dari Bu Fien...guru smp di Jayapura!!! Aku ampe mau nangis...tanggal 2 kemaren, beliau ultah, dan aku lupa...tau Bu Fien bilang apa?
"Gak papa koming...Mama kan tidak pernah lupa anaknya...anak lupa mama kan biasa, karena sibuk..."
Hiks...
Kalo dari agus...aku ditanyain, mau beli kue ato gimana?
aku pilih beli bahan kue...bikin sendiri loh
biarpun bentuknya aneh...rasanya enak loh...bikin cake gitu...jangan tanya namanya apa...
hehehehehe....
Ga nyangka yah...aku dah segini sekarang, dah punya 2 anak...
Hmmm...28th dan belum berprestasi..hehehe...yah gak apa...anggap aja Life begin at 28....
Hopefully...
Kira-kira apa yang harus aku kerjain yah...
Setidaknya banyak yang ngisi hidup aku...Teman2, saudara, orang2 disekitar aku, anak2, juga anak2 kost di rumah
Sebagian besar anak2 kost masih suka berbagi cerita...jadi bikin hidup aku lebih berwarna
Emang ya kadang kita tu suka lupa bersyukur atas hal2 sederhana yang Tuhan kasi buat kita. Kita selalu ngarepin lebih dan lebih...
Padahal nih, yang bikin hidup kita lebih berwarna en lebih berarti, justru hal2 yang kita anggap sepele...kadang malah terlupakan
Dulu terus terang aku selalu iri ngeliat teman2 yang keliatan sukses...
Punya kedudukan...hari2nya penuh kesibukan...
aku sibuk mimpiin itu...ampe lupa, banyak hal disekitar aku yang patut disyukuri...dan bikin banyak orang iri juga
Heheheh...gak sih...iri enggak...
Yang pasti mereka takjub aja, banyak anak muridku yang sering ketemu di jalan en langsung peluk cium...
Atau...banyak orang2 yang pernah aku temui en langsung ngobrol akrab...
Dan kalo ketemu lagi...mereka langsung inget loh...
Aku sibuk ngagumi orang...padahal banyak orang sekitarku yang justru pengen seperti aku...kata mereka...ditaro dimana aja, aku pasti bisa dapet pendukung...heheheeh..
Aku sibuk iri karena rasanya aku gak punya keberhasilan apa2...
padahal, pas graduation kemaren...murid2 sd en smpku bikin surat dalam bentuk poster mini gitu, berisi perasaan mereka pada aku...
ampe yang laen pada bilang...untuk pertama kalinya mereka bisa respect ama guru Indonesia...
hahahaha...
Biar gimanapun, hal pertama yang ingin aku lakuin adalah...
Belajar mensyukuri hal2 kecil yang ada disekitarku...
Yuuuks...
Happy b'day to me deh...
apa hubungannya coba...
1 day before...aku ada acara kumpul2 ama anak2 ex Lollypop, kita makan2 sambil berenang di rumah Sinta. Mereka sekalian ngerayain b'day ku...hehehehe...Enggak kkook...
Trus..tanggal 8, jam 5an...aku jemput wahyu en vishta...mau berenang ke Tiara Dewata, eh...disiram ama kakak eka en mama ut...
Ulang tahun dirayain dengan berenang ama anak2...Mesha ampe nangis karena kelamaan berenang. kalo Vina en Wahyu, nangis karena disuruh berhenti, hehehehe...
Lagi asik berenang, Wawan Jayapura telpon...aduh senenge...
Menyusul sms dari Euis, Nik Tut, Mbak Dewi, dan yang paling surprised....telpon spesial dari Bu Fien...guru smp di Jayapura!!! Aku ampe mau nangis...tanggal 2 kemaren, beliau ultah, dan aku lupa...tau Bu Fien bilang apa?
"Gak papa koming...Mama kan tidak pernah lupa anaknya...anak lupa mama kan biasa, karena sibuk..."
Hiks...
Kalo dari agus...aku ditanyain, mau beli kue ato gimana?
aku pilih beli bahan kue...bikin sendiri loh
biarpun bentuknya aneh...rasanya enak loh...bikin cake gitu...jangan tanya namanya apa...
hehehehehe....
Ga nyangka yah...aku dah segini sekarang, dah punya 2 anak...
Hmmm...28th dan belum berprestasi..hehehe...yah gak apa...anggap aja Life begin at 28....
Hopefully...
Kira-kira apa yang harus aku kerjain yah...
Setidaknya banyak yang ngisi hidup aku...Teman2, saudara, orang2 disekitar aku, anak2, juga anak2 kost di rumah
Sebagian besar anak2 kost masih suka berbagi cerita...jadi bikin hidup aku lebih berwarna
Emang ya kadang kita tu suka lupa bersyukur atas hal2 sederhana yang Tuhan kasi buat kita. Kita selalu ngarepin lebih dan lebih...
Padahal nih, yang bikin hidup kita lebih berwarna en lebih berarti, justru hal2 yang kita anggap sepele...kadang malah terlupakan
Dulu terus terang aku selalu iri ngeliat teman2 yang keliatan sukses...
Punya kedudukan...hari2nya penuh kesibukan...
aku sibuk mimpiin itu...ampe lupa, banyak hal disekitar aku yang patut disyukuri...dan bikin banyak orang iri juga
Heheheh...gak sih...iri enggak...
Yang pasti mereka takjub aja, banyak anak muridku yang sering ketemu di jalan en langsung peluk cium...
Atau...banyak orang2 yang pernah aku temui en langsung ngobrol akrab...
Dan kalo ketemu lagi...mereka langsung inget loh...
Aku sibuk ngagumi orang...padahal banyak orang sekitarku yang justru pengen seperti aku...kata mereka...ditaro dimana aja, aku pasti bisa dapet pendukung...heheheeh..
Aku sibuk iri karena rasanya aku gak punya keberhasilan apa2...
padahal, pas graduation kemaren...murid2 sd en smpku bikin surat dalam bentuk poster mini gitu, berisi perasaan mereka pada aku...
ampe yang laen pada bilang...untuk pertama kalinya mereka bisa respect ama guru Indonesia...
hahahaha...
Biar gimanapun, hal pertama yang ingin aku lakuin adalah...
Belajar mensyukuri hal2 kecil yang ada disekitarku...
Yuuuks...
Happy b'day to me deh...
Selasa, 03 Oktober 2006
Lumpur Lapindo
Tepat sebulan ini deh, aku pusing sama urusan kloset anak kost. Sebulan yang lalu, di kamarnya angga, tirta en komang (berjejer ni kamar) terjadi bencana seperti di sidoarjo...ada luapan lumpur Lapindo. Kebayang dong gimana keadaan ni kamar?
Akhirnya, kita manggil jasa kuras WC. kring...kring... 3 jam kemudian dateng deh mobil kuras. Dua tanki di rumah dikuras. Tapi gak semua, tanki rumah tangga ga ampe kosong, soale mobilnya dah penuh. Bayangin...penuh satu mobil tuh biayanya Rp.250rb!! Dah...aman deh, kamar2 kembali seperti sedia kala. beres?? Kirain gitu...
5 hari kemudian, kamar si Angga parah lagi. Sampe menjalar ke kamar laen...Sampe2 anak kost lain ngejadiin ini bahan becandaan. Benar2 tidak berperikemanusiaan...hehehehe...
Padahal dah ada pengumuman, ga boleh buang kertas, pembalut, atau sampah (kecuali yang dari perut loh...) ke dalam kloset.
Akhirnya, pihak Budi Lancar dipanggil...datanglah seorang tukang sedot...ini tukang bawa berbagai peralatan tempur, yang bentuknya aneh2.
tapi gak bisa disedot. Entah apa masalahnya. ternyata pas dicek di tanki (septic tank)...PENUHHH!!!
Kebayang kan kenapa diriku kaget?
Baru seminggu bo' !!!
Anak2 ampe pada bilang...."Whaa...tokainya pasti gede2!!!" (maaf kalo gak sopan...)
Aduh berbagai celetukan yang gak pantas dipublikasikan mulai muncul...
Tapi aku rada kagum, anak2 kost ini selain saling ngejek, saling ngebantu juga loh, ada yang nawarin kamarnya buat istirahat, ada juga yang sekedar ngasi dukungan moral. Mereka tuh bisa tertawa diatas kesusahan.
Ya udah, aku panggil lagi mobil kurasnya. Kali ini cuma dikasi disc.50rb...hiks...hiks...
Malam itu, selain tanki yang dikuras, pengurasan juga lewat toilet2 di ketiga kamar ini.
Akhirnya...bersih dan indah lagi deh wc-nya anak2.
Seminggu... No Problem...
Dua minggu... kayaknya no problem (soale toilet kadang ngadat)
Tiga minggu... sms masuk ke hpku... dari asti...
"mbok ming...lumpur Lapindo meluap lagi...gemana neh...!!"
whhhuuuaaaaa...!!!!!!!
Hari ini adik iparku, dan sepupu lagi sibuk ngurusin kamar2 itu.
Barusan dia telp. Minta no tlp Budi Lancar donk...
Haduuuh...pusing aku...gimana nasib anak2 ini yah...
Kita liat aja perkembangannya...otre???
Akhirnya, kita manggil jasa kuras WC. kring...kring... 3 jam kemudian dateng deh mobil kuras. Dua tanki di rumah dikuras. Tapi gak semua, tanki rumah tangga ga ampe kosong, soale mobilnya dah penuh. Bayangin...penuh satu mobil tuh biayanya Rp.250rb!! Dah...aman deh, kamar2 kembali seperti sedia kala. beres?? Kirain gitu...
5 hari kemudian, kamar si Angga parah lagi. Sampe menjalar ke kamar laen...Sampe2 anak kost lain ngejadiin ini bahan becandaan. Benar2 tidak berperikemanusiaan...hehehehe...
Padahal dah ada pengumuman, ga boleh buang kertas, pembalut, atau sampah (kecuali yang dari perut loh...) ke dalam kloset.
Akhirnya, pihak Budi Lancar dipanggil...datanglah seorang tukang sedot...ini tukang bawa berbagai peralatan tempur, yang bentuknya aneh2.
tapi gak bisa disedot. Entah apa masalahnya. ternyata pas dicek di tanki (septic tank)...PENUHHH!!!
Kebayang kan kenapa diriku kaget?
Baru seminggu bo' !!!
Anak2 ampe pada bilang...."Whaa...tokainya pasti gede2!!!" (maaf kalo gak sopan...)
Aduh berbagai celetukan yang gak pantas dipublikasikan mulai muncul...
Tapi aku rada kagum, anak2 kost ini selain saling ngejek, saling ngebantu juga loh, ada yang nawarin kamarnya buat istirahat, ada juga yang sekedar ngasi dukungan moral. Mereka tuh bisa tertawa diatas kesusahan.
Ya udah, aku panggil lagi mobil kurasnya. Kali ini cuma dikasi disc.50rb...hiks...hiks...
Malam itu, selain tanki yang dikuras, pengurasan juga lewat toilet2 di ketiga kamar ini.
Akhirnya...bersih dan indah lagi deh wc-nya anak2.
Seminggu... No Problem...
Dua minggu... kayaknya no problem (soale toilet kadang ngadat)
Tiga minggu... sms masuk ke hpku... dari asti...
"mbok ming...lumpur Lapindo meluap lagi...gemana neh...!!"
whhhuuuaaaaa...!!!!!!!
Hari ini adik iparku, dan sepupu lagi sibuk ngurusin kamar2 itu.
Barusan dia telp. Minta no tlp Budi Lancar donk...
Haduuuh...pusing aku...gimana nasib anak2 ini yah...
Kita liat aja perkembangannya...otre???
Langganan:
Postingan (Atom)