Jumat, 08 Mei 2009

Full time Housewife.....

kenapa banyak perempuan sekarang mulai memilih berkarier daripada jadi ibu rumah tangga full? Bisa jadi karena faktor ekonomi. Tapi bagaimana kalau suaminya sudah amat sangat mapan? Mungkin untuk aktualisasi diri.
Ga ada yang salah dengan menjadi wanita karier. Sebagai wanita, aku kagum pada perempuan2 yang sudah maju. Aku juga tak pernah berpikir untuk menjadi ibu rumah tangga 'SAJA'. Aneh memang, aku nggak ngerti kenapa juga kalau kita berbicara tentang profesi ibu rt, selalu dengan embel2 'saja'. seperti tak ada kebanggaan.
aku sendiri, selama hampir 5 tahun ini, menjadi guru part timer. jadi, lebih tepatnya, aku part time mommy.
nah sejak awal tahun ini...aku resign dari Sunrise School. Jadilah aku full time ibu rumah tangga. Aku nggak pernah menghadapi anak-anak, suami, dan kegiatan rumah tangga seharian penuh, tanpa jeda...tanpa selingan.
dan saat ini, aku benar-benar berhadapan dengan itu semua...the real jungle...
Ternyata aku baru sadar, nggak pernah mudah.
Emosi-ku jadi tidak stabil. Bayangkan, diriku yang tidak suka beberes, terpaksa harus berhadapan dengan itu semua.
Tambah lagi, ketika mbok Desak tercinta sedang menempuh ujian Nasional...(memang tidak kuijinkan dia datang selama persiapa sampai UN berlangsung, membantu aku d rumah)...dia ga datang ke rumah aku.
Huhuhuhuhuhu....aku nyapu dan beberes.
untunglah suami tercinta memilih untuk menyapu halaman, beresin rumag di sore hari, dan ngangkat jemuran (entah kenapa, aku paling benci ngangkatin jemuran).
semua orang dalam rumah sering aku omeli.
Mesha yang lucu itupun kena.
hiks....aku ibu yang mengerikan bukan?
Padahal kalo dipikir...Vina juga sering ngebantuin....
Di saat2 kaya gini...aku baru menyadari...banyak hal yang seharusnya kusyukuri. banyak bantuan yang datang untukku di saat kepepet.
Lihat saja anak-anak...saat ini aku lebih telaten mengurus mereka. makan, pakaian, dll.
Vina sekarang lebih memilih belajar denganku daripada ke tempat les.
Aku jadi lebih paham dengan 'beratnya' mengatur keuangan toko, dan menghadapi konsumen...padahal dulu aku sering menganggap enteng pekerjaan suamiku.
Tidak semudah itu ya?
Memang sekarang Mesha jadi super duper manja padaku.
Tapi....juga lebih ceria.
Hhhhh...para ibu rumah tangga...kenapa mesti merasa tidak bangga dengan apa yang kalian jalani?
sebuah rumah....berjalan baik atau tidak...tergantung dari kalian...
semuanya bergantung pada seorang ibu.
itu sama sekali tidak mudah...
tahun ajaran baru ini, aku mulai ngajar lagi...
Tapi aku sudah dapat pelajaran, bahwa...apapun yang dijalani oleh seorang wanita...adalah hal; yang pantas untuk dibanggakan.
Kartini tidak pernah menyarankan seorang wanita untuk maju dengan melupakan kewajibannya di tengah keluarga.
Lihat saja...banyak kok wanita karier yang mampu menyeimbangkan kehidupan rumah tangganya.
Juga banyak ibu RT yang tidak sekedar ibu RT.
hhhhh...perempuan...menjadi perempuan memang tidak pernah mudah, ya?

Kamis, 05 Maret 2009

Romantis...ato Norak????

Perasaan, aku bukan tipe orang yang romantis. Pertama, aku tidak suka bunga. Kedua, aku paling anti disanjung dengan kata-kata semanis madu (sejak kapan aku suka madu...?), aku juga tidak begitu suka dengan film-film romantis....walaupun aku suka A Walk To Remember. Sumpah, aku tidak begitu minat dengan model film Titanic, Sleepless in Seattle, French Kiss....(film jadul bener ya?)...kecuali, itu film tipe komedi romantis. Karena, unsur komedinya itu yang menarik.
Itu menurut aku loh...tepatnya, sisi diriku yang arogan. Yang, tidak manusiawi. Sadis bener kata-katanya...
Ya memang sih...kalau dipikir-pikir...selalu ada sisi baik-buruk, romantis-dingin, pemarah-sabar, dll...dalam diri tiap manusia. Itu kalau kita mau mengakui lo ya... Kebanyakan sih ya yang seperti sisi arogan dalam diri aku itu. Tidak mengakui secara ‘brutal’ bahwa dalam dirinya ada sisi yang tidak mereka sukai. Misalnya, ya kaya aku itu. Aku tidak suka hal2 yang berbau romantis. Maka aku dengan bangga menyatakan bahwa aku ‘anti romantisisme’. Padahal...ada waktunya sisi yang kita tidak suka itu, muncul dari diri kata.
Ini bukan kata-kata sok bijak, tentu...murid-muridku bisa takjub kalau mereka tahu, ternyata aku adalah orang yang bijaksana...:)
Begini...kadang, ada waktunya kita seperti kehilangan memori tentang masa lalu. Tapi, suatu waktu...memori itu seperti muncul kembali, saat kita berhadapan dengan hal yang mirip, atau malah menghadapai kejadian yang sama.
Halah...bahasa yang aneh...
Ok...back to the real mahitri...
Gene lo bo’....kemaren siang, waktu aku lagi mebanten harian...-ehm, mungkin ada yang berpikir, mebanten tuh apa yah? Ehm (lagi), masalahnya, saat ini kita membahas tentang hal lain, jadi tak bisa dijelaskan sekarang, ntar jadi melenceng... piss ;))-....
Nah, sewaktu aku naik ke lantai 2, tv diatas nyala...ga ada yang nonton, tandukku sudah hampir nongol lo...masa krisis begene kok ga bisa ngirit yah????...waktu tanganku udah nyampe di tombol ‘off’-nya remote...’blash’ iklan pas selese, muncullah satu tayangan di tipi.
Itu cuma bagian akhir dari sebuah serial drama televisi, tepatnya bagian ‘cuplikan episode yang akan datang...’
Jari telunjuk aku, mendadak berhenti. Karena mendadak aku begitu menikmati tayangan di tv. Aku terpaku hampir beberapa menit (menit loh, bukan detik!). bener-bener menikmati tayangan ini. Jadi keinget masa lalu. Ini ni serial drama yang entah sudah diputar ulang berapa kali di tv. Pada masa perdananya dulu...aku juga ga sengaja nonton, kebetulan itu episode pertama. Lucu...episode kedua, lucu dan menarik. Maka boleh dibilang, akulah yang mengajak sahabat-sahabatku di masa kuliah dulu, untuk menonton serial ini.
Tahukah kalian serial apa gerangan yang bisa membuat aku menonton begini serius? Sumpah deh...aku bukan tipe penonton sinetron, yang model-nya muter-muter ga keruan. Aku ga pernah tu nonton sinetron stripping yang ada sekarang ini...
Mending juga nonton on the spot, prime time, okb, atau malah bolang, laptop si unyil dan beberapa talk show.
Jadi, sejujurnya, serial ini adalah....METEOR GARDEN...
Dan cuplikan di tv itu, yang untuk next episode itu...adalah saat Tao Ming Se dan 2 kawannya melawan Ce Lei dan san chai, di lapangan basket. Yang akhirnya, bikin TMS milih berangkat ama kakanya ke Amrik...
Hiks...hiks...(ketawa sambil nangis...) mengerikan buat diakui...
Tapi, sekalian buka-bukaan dah...aku emang demen bangetz...dah 3 kali aku ikutin serial ini...yang pertama kali, tidak pernah bolong. Kedua dan ketiga...kadang bolong sih. Tapi, pernah juga full nonton di VCD.
Aku pikir, kalo nonton sekali lagi, aku bakal muntah-muntah...Nyatanya? kemaren aku menikmati bener...
Ternyata aku juga punya sisi romantis...
Oke, oke...bilang aku norak...Tapi kenyataannya memang aku tergila-gila ma serial ini. Mungkin banyak cewek seumurku pada masa perdana diputar...begitu menggilai serial yang satu ini. Diakui atau tidak...
Aku begitu terpikat pada serial ini.
Apanya ya yang bikin aku terpikat? Mungkin karena emang fantasi ‘cinderella’ seperti ini, banyak disukai para wanita ya?
Eh, jangan protes dulu, maksudku, tentu saja...sebagian besar wanita (dari semua tingkat umur).
Kalau ditanya...apakah aku penggemar Tao Ming Se? enggak juga yah...aku ga punya tipikal cowok favorit dari keempat co ini.
Ga ada. Tapi aku suka aja jalan ceritanya. Ringan. Mengada-ada...(aku ga salah ngetik, memang aku tulis mengada-ada...), dan konfliknya, biarpun berat (ala sinetron) tapi penyelesaiannya cepat, dengan cara yang sesuai harapan setiap wanita...(iya kan?).
Tapi, tunggu dulu, yang aku omongin ini, Meteor Garden, titik. Bukan sekuel-nya.
Aku benar-benar tidak menonton sekuel dari MG. kenapa? Yang bener ajah...aku terima kalo MG I sedikit mengada-ada...tapi bukan berarti, dipaksakan mengada-ada. Biarlah, yang ada di bayangan aku, kisah cinta dan persahabatan yang menarik dan manis antara F4 dan Sanchai dkk. Bukan konflik yang terlalu mempermainkan emosi.
Kalau boleh jujur, buat aku, saat suatu drama atau film dibuat sekuelnya, maka, yang berjalan adalah bisnis-nya...bukan lagi keinginan untuk membahagiakan penonton. Coba deh ingat-ingat, bagi anda penggemar MG. saat menonton MG, yang ada adalah perasaan berbunga dan senyum saat menonton setiap episodenya. Saat anda ikuti MG 2, yang ada, tiap kali nonton...ruwet ajah...(biarpun itulah yang membuat anda jadi penasaran, ya toh?) karena itulah aku bilang...itu bisnis...bukan lagi kesenangan.
Sungguh, aku hanya menonton episode 1 dari MG 2. aku bahkan nggak pernah tahu bagaimana akhirnya. Dan ga pengen tahu aja. Bayangin...dari sekian puluh episode, bahagianya cuma episode 1 dan...10 menit terakhir, dari episode terakhir...cyapee deh.
Eh...eh...aku bukan ngomongin Harry Potter ato Lord of The Ring loh! Kalo dua itu, aku suka. Episode 1 ataupun sekuelnya. Lagian itu kan bersambung yah? Bukannya selese di satu film.
Balik lagi ke MG. Yah, kejadian kemaren bikin aku nyadar kalau bagaimanapun sifat dasar kita...pasti ada sisi-sisi yang tak terduga dalam diri kita.
Ga selamanya, si baik akan selalu baik. Si jahat akan selama jahat. Kalo yang monoton, jahat...aja, atau baikkk aja...ampe kayanya jadi orang paling tabah sampai cenderung menderita sepanjang hidupnya, bukan kenyataan hidup, itu...Sinetron, kalee...!
Ok, it’s about, romantic part of me...atau, ‘norak’ part?... Apapun lah...

Senin, 02 Maret 2009

One night with Tom Cruise....Yaikksss!!!!!!

Entah kenapa, malam minggu kemaren(dah lewat minggu lalu…)...beberapa saluran tv memutar filmnya Tom Cruise, dalam waktu yang hampir bersamaan. Trans TV, dengan The Last Samurai. Ada juga RCTI, yang muter War of The Worlds. Yang terakhir TPI, aku ga jelas apa judulnya, yang jelas, disana, dia nyanyi lagu India gitu...Heh? salah deng....yang itu mah pilm-nya Sakh Rukh Khan...hehehehehe (basi bener...).
Oke, aku ngomentarin tentang si Tom ini, bukan karna diriku fans-nya dia. Justru, aku ga begitu demen ama ni actor. Bener...aku dari dulu ga gitu minat nonton film-film dia. Beneran juga, kalo ini pertama kalinya aku nonton film The Last Samurai ataupun War Of the Worlds. Kasian kan? Trus, ngapain dong aku nonton? Ya kebeneran ajah...dua stasiun TV sedang muter film Tom Cruise. Ada pilihan lain? Ya itu...TPI dengan film India-nya, SCTV dengan FTV. Atau Indosiar dengan sinetron-nya yang ga pernah jelas....(mohon maaf kalo ada yang tersinggung, ye....tapi, emang ga ada yang mutu toh???).
Yah, ga ada yang salah sih ama 2 film ini. Keren, malah. Kenapa dari dulu sewaktu promo-nya kenceng aku males nonton? Karena pemerannya itu loh...TC. dari dulu, aku emang suka males nonton film, kalo pemerannya aku ga suka, khususnya pemeran utama-nya. Kaya dulu nih ya...sewaktu baru-baru si Britney Spears ato Christina Aguilera (bener gitu spelling-nya?) muncul. Aku demen lah ama mereka. Nah, setelah itu...jreng-jreng, muncullah Mandy Moore. Astaganaga....Suara sih keren, tapi gayanya tu lo jeng... pernah nonton clip pertama dia? Apa ya judul lagunya...berhubungan dengan candy ato apalah...lupa. gaya dia kalo nyanyi...mulutnya kan suka di-extra ordinary gitu gerakannya. Aku ampe yakin, kalo dia ikut Indonesian Idol...Indra Lesmana ama Anang bakalan protes keras ama aksi Extra Ordinary Style dia ini. Hm...ngapain juga dia mesti milih Indonesian Idol? Contoh, kali...
Setelah ada 2 ato 3 klip-nya, mulailah dia main film. Aku ga inget pasti, A Walk to Remember itu film pertama dia ato bukan...yang pasti...aku udah ambil keputusan: Ga Minat!. Entah kenapa, suatu kali...karena mau nonton film apa gitu, dan ga jadi, aku en temen2 nonton ni film.
Ternyata....hiks...mengharukan. Dan untungnya, ga ada aksi ‘mulut’ Mandy. Biasa ajah...
Malahan, ampe saat ini, kalo ditanya apa film romantic yang paling aku suka...aku akan jawab...A Walk to Remember. Tahun lalu aja, waktu ada acara nonton bareng d Sunrise, dalam rangka Val day, ka nada tuh semacam polling ga resmi, mau nonton Titanic ato AWR....aku yang pengaruhin beberapa anak JHS buat milih yang kedua, hehehehehehe....dan setelah nonton, mereka setuju, ini lebih romantis dari Titanic. Ya gimana ya...di AWR, yang mati cuman 1 orang,...di Titanic? Ribuan orang mati....dan masih dibilang romantis? Ck...ck...ck...(maap ya buat fans Titanic).
Oh ya...ehm, ehm...
Perasaan yang kita bahas Tom Cruise deh...
Bagi yang sudah mengenal Mahitri...pasti sudah tahu...orang-yang-bisa-ngobrolin-puluhan-topik-dalam-satu-waktu.
Begini...awalnya, aku nonton The Last Samurai, karna memang dimulai lebih awal sekitar setengah jam dibanding yang satunya.
Tiba-tiba, aku ngeliat film satunya...dan Tom Cruise juga?
Tapi ada yang menarik...Dacota Fenning. Aku suka ni anak.
Akhirnya aku emang lebih milih nonton War of The World, karna...aku ga gitu suka tipe film kolosal gitu (Last Samurai kolosal bukan ya?)...eh kecuali Braveheart loh...suka bangetz...
Kenapa ya aku jadi nikmatin ni film? Karna, ada satu pesan moral d sana. Dan yang bikin aku ngubungin ama kehidupan aku. Di saat ada bencana, masalah ato kesusahan...yang paling penting bagi kita...adalah bisa berada diantara orang2 yang kita sayangi.
Biarpun susah...asal kita bisa saling menjaga satu sama lain, itu sudah terasa lebih baik. Saat kita tahu, bahwa orang yang kita sayang ada di sini, bisa saling jaga, saling support, ada sedikit kelegaan. Gimana rasanya, saat orang yang kita sayang terpisah? Sekuat apapun kita, seberhasil apapun kita....bisakah kita tenang, kalo kita ga tau, bagaimana nasibnya dia? Hidupkah dia, matikah dia, kuatkah dia, adakah yang menyakiti dia, adakah yang mau menyayangi dia, makankah dia, dan sederet pertanyaan lain yang makin nyesakkin dada.
Seperti saat tokoh yang diperankan Tom Cruise en Rachel (Fenning), terpisah dari Robbie...dan mereka dalam perjalanan mencari sang mama...bisa ga sih tenang? Lolos dari ancaman aliens, bahkan kalah melegakan disbanding saat mereka bertemu dengan sang mama, dan juga saat mereka tahu bahwa Robbie masih hidup dan sudah sampai lebih dulu di sana.
Saat itu, aku juga sadar, hal yang paling aku takuti di dunia...adalah saat aku ga bisa berada bersama orang-orang yang aku sayang...
Saat aku tidak punya teman-teman yang bisa aku ajak bersama....hidup juga serasa ga lengkap...
Yeah, setidaknya...aku dapat satu pelajaran dari film ini. Hargai keluargamu, juga orang2 yang selama ini dekat di hati kamu. Pada satu titik, kita tak bisa bergantung pada materi yang kita punya...tapi orang-orang yang tulus menyayangi kita, akan selalu ada.
Setelah itu, aku nonton 15’ terakhir dari The Last Samurai.
Ya begitulah...berhubung ga nonton bener, ga ngarti juga...
Setelah ngeliat 2 film ini, aku baru nyadar...tipikal film Tom Cruise...menjual ekspresi ketampanan dia. Begitu ya? Entah...pokoknya, menurut aku, biasa ajah...
Maka itu, aku selalu suka film2 Will Smith, ato siapa lagi lah, ga inget…
Sekali lagi, mohon maaf sama fans Tom Cruise...
Ohya...waktu aku liat jam...ternyata hampir jam 2.30 dinihari....setelah itu, mana bisa tidur nyenyak? Vina bangun en ngajak ngobrol...buntutnya...minta dibacain Bobo, habis itu....dheng...mata jadi ‘on’ terus, Tepatnya ga bisa tidur....dah lewat batas ngantuknya...
Hm...aku lewati malam bersama Tom Cruise...
Yaiikkksssss.....

Jumat, 20 Februari 2009

HM...MAKAN APA?


Pasti banyak yang pernah liat gambar diatas itu ya? Terutama waktu produk yang bersangkutan itu baru muncul. Jangankan kita orang-orang yang udah gede ini. Anak-anak aja demen. Bukan cuma sama iklannya ajah, sama produknya tentu saja.
Sebenarnya, special untuk anak-anak, iklan jenis apapun, asalkan tentang produk yang mereka sukai, pasti mereka bakalan tertarik.
Iklan ini, aku liat di salah satu majalah wanita langgananku. Anak-anak tertarik. Terutama Mesha...
“woooo....eskrim...!!!!”
Aku sendiri, saat ngeliat iklan ini, pasti langsung kepikiran orang yang akan makan eskrim mini itu.
Semua anak yang ngeliat, kebanyakan akan bilang, ‘makan eskrim’
Gak ada yang special sebenarnya sama iklan ini. Iklan eskrim, pada umumnya.
Sampai komentar menarik aku dapet dari Mesha, yang terlihat paling berminat ama iklan ini. Kenapa aku bilang dia minat? Percaya atau tidak, dia bisa mandangin iklan itu bermenit-menit. Kalau aku bilang berjam-jam, terlalu hiperbola kali ya, untuk anak seumuran Mesha...
Suatu hari, dia ngeliat iklan itu, dia tanya...
“Ma, napa ya atan sapah?” (ma, kenapa dia makan sampah?)
Aku bengong. Dia ngeliatin aku...(mungkin berpikir...ya Tuhan, kenapa mamaku begini aneh dengan tampang begonya???)
Kulihat iklan itu. Coba deh kalian liat juga...
Si cewek itu, memang tidak sedang akan makan eskrim...
Entah dia sadar atau tidak...yang akan dia masukkan itu...eskrim utuh dengan bungkusnya, yang dianggap Mesha sebagai...S A M P A H.
Kalau aku belum pernah makan eskrim itu, aku akan berpikir kalau eskrim itu ‘green ice cream...’ yang artinya...eskrim tanpa sampah, karena anda bisa langssung menelan bungkusnya. Begitu? Tentu tidak, aku tidak punya pikiran sebodoh itu...
Entahlah, apa maksud iklan itu, mungkin intinya adalah, begitu mininya, sampai anda bisa memasukkan semuanya.
Walaupun, seperti yang kita tau, ga ada bungkus eskrim yang jauh lebih besar dari isinya, kecuali yang box...
Whatever...tetap saja, produk ini, jadi produk yang lumayan diminati oleh anak-anak dan keponakanku, kalau sedang berkumpul. Mini sih...dan lumayan hemat, bagi kami, ortunya...hehehe...
Tapi, saran aku sih, kalau bikin iklan jangan terlalu nge-rancu-in gitu juga yah...(ada gituh, kata ngerancuin...)
Lha anak umur 3 taon aja bisa mrotes...
Tapi, tetep aja, iklan itu jadi menraik yah?

Jumat, 13 Februari 2009

Surat Buat Mama...


Pernah ga liat salah satu iklan susu formula untuk anak-anak? Itu loh...yang dalam iklan tersebut, sang anak suka nyelipin surat berisi kata-kata ‘love u mom’ ato apa gitu, ke dalam agenda mamanya sebelum berangkat kerja?
Hmm...mungkin ada yang pernah liat, ada juga yang belum...sekarang sih iklan susu formula itu udah dig anti ama versi 2 anak maem es krim.
Nah, untuk versi yang surat itu...kadang aku mikir...enak juga yah, kalo anak kita suka ngasi kaya gituan di dalam agenda, sebelum berangkat kerja...mana anak yang di iklan itu, kayanya masih kecil banget...(susu itu buat anak umur 3 tahunan...). ngiri? Ada lah dikit...cuma aku sadar ajah :
1. itu cuma I k l a n
2. aku nggak punya agenda...mau diselipin di mana?
3. anakku ga minum susu itu (emang ngaruh ya?)
nah, jadi aku cuma muasin diri dengan liat iklan itu ajah. Demen gitu liat ekspresi si anak. Juga ibunya.
Jadi berlalulah sudah iklan itu, digantilah dia sama versi yang ice cream itu...
Suatu hari, aku berangkat kerja, dengan peralatan tempur yang biasa. Tas segede bagong, ditambah map folder item yang berisi banyak berkas-berkas bahan ajar. Sampai di kelas, aku lagi buka-buka folder, nyari materi untuk primary, yang sudah aku siapin semalem. Saat sedang buka-buka itu folder, di salah satu halaman, aku liat gambar yang aneh.
Kenapa aneh?
Karena aku sendiri ga jelas itu gambar apaan.
Ya gitu lah, ada gambar gedung, anak yang sedang terjun payung. Catat : terjun payung dalam arti sebenarnya!!! Terjun sambil bawa sesuatu gituh.
Ga jelas.
Ciri khas gambar Vina.
Aku jadi bete. Ni anak buka-buka folder dah...
Tapi, di pojokan kertas gambar itu, aku l;iat tulisan, yang nota bene, tulisan pengasuhnya...buat mama.
Ah, disogok juga mbok Desak.
Aku ga jadi bete. Tiba-tiba aja....
Aku bisa ngerasain perasaan ibu-ibu yang ada di iklan itu.
Yang aku terima emang bukan surat atau tulisan Love U gituh, tapi...usaha Vina buat bikin ini, bener-bener membanggakan.
Toh, seperti yang kita tahu, keunggulanku adalah...AKU TIDAK SEDANG BERMAIN UNTUK IKLAN APAPUN. It’s real.
Mungkin Vina meng-copy dari iklan itu, so what? She’s try to makes me proud.
Aku benar-benar gembira.
Saat lunch, Vina menelpon...”mama liat gambar ina?”
“ya...makasih ya na...” jawabku.
“hehehe...ina bikin di sekolah, lo...spesial buat mama....”
“oh ya? Itu ceritanya apa?” tanyaku penasaran...
“apa ya? Ga tau...pengen aja....udah ya ma, daaa....”
Klik. Sekian dan terima kasih.
Ga ada makna...tapi aku tetep seneng. Thank’s sayangku...

Rabu, 03 Desember 2008

KISAH YANG TERSIMPAN

Menjelang akhir pekan kemarin, sebuah kisah kembali terkenang dalam pikiran aku.kisah itu lama tersimpan dalam hati, bukan dalam otak. Kenapa dalam hati? Karena, ternyata aku tak mampu mengingat detail dari cerita-cerita yang terpenggal-terpenggal dalam setiap langkah kehidupan aku. Aku hanya mampu mengingat, bahwa dalam setiap langkah kehidupan aku, dalam setiap masalah, dalam setiap tawa dan gembira, bahkan airmata, aku mempunyai tempat untuk bersandar. Tempat yang penuh cinta, penuh kasih...mama...tepatnya, di hati mama.
Yang aku ingat, mama selalu berusaha menyiapkan masakan-masakan lezat versi mama, yang memang selalu kami ingat, bagi kami, anak-anaknya. Aku tahu, mama selalu berusaha untuk itu. Aku ingat suatu hari, saat aku ingin makan ikan jimbaran yang terkenal itu, mama membuat ikan bakar versi mama, yang sangat enak. Yang membuatku begitu bersemangat untuk makan...yang membuatku selalu teringat bahwa mama selalu ingin membahagiakan kami...itu yang aku kenang. Faktanya, menurut sepupu aku, mama membuat masakan itu, karena mama merasa bersalah, saat aku minta makan ke jimbaran, mama malah mengomel. Masalahnya, itu tanggal tua, dan aku minta ke jimbaran? Demi Tuhan...aku tak ingat sedikit pun, itu karena aku mengingat dengan hatiku...
Tentang mama, tentang cintanya, tentang kelembutan dia, di balik sifatnya yang terkadang judes. Aku tahu setiap kali mama duduk dan menangis di toilet, saat kami sakit, hanya karena mama ingin terlihat tenang di hadapan kami.
Semarah-marahnya aku pada mama, aku tak bisa marah terlalu lama padanya. Mengingat caranya menyayangi kami, berbagai pengorbanan mama untuk kami, mengingat berbagai harapan dan mimpi-mimpi mama bagi kami...melihat ketabahan dan kekuatan mama...membuatku malu pada diri sendiri...
Apa yang sudah pernah aku beri untuk beliau?
Banyak hal, banyak kenangan tentang mama...
Bahkan saat ini, mama tetap mampu mencurahkan cintanya, bagi cucu2nya, dari kami, anak-anaknya. Cinta yang tak pernah habis...padahal, aku tak yakin, curahan cinta yang diterima mama...belum tentu sebesar cinta yang dia berikan bagi keluarganya.
Menjelang akhir pekan kemarin, ulang tahun mama yang ke...59.
29 November, mama berulangtahun.
Apapun kado yang aku berikan, lagi-lagi, bagiku itu takkan pernah cukup, itu hanyalah symbol kecil dari cinta mama yang begitu besar.
Tapi, bagi mama itu hal yang besar...melihat air mata bahagia mama...Tuhan, aku bisa merasakan kesejukan dalam hati aku.
Setiap kisah, kasih, dan mimpi antara aku dan mama, akan selalu aku rangkai dengan indah dalam hati aku.
Walau tak dapat aku ingat detailnya...semua aku rangkai untuk jadi sebuah kisah yang indah. Yang suatu saat bisa aku bagi dengan anak-anak dan cucuku.
Terima kasih cinta, terima kasih mama...
Happy Birthday...my mommy...

Senin, 01 Desember 2008

KADANG MERASA DIPECUNDANGI

Dulu ni, aku tu sering mikir, pecundang itu apa ya? Trus...lama-lama, setelah kira-kira sedikit ngerti ama artinya, aku jadi mikir, ga enak banget yah... dan, untungnga, dalam perjalanan hidup aku, dari kecil, sekolah, sampai kuliah, bahkan punya pacar, dan akhirnya menikah, aku ga ngerasa pernah jadi pecundang. Sekalipun aku kalah saing ato apapun, itu terjadi dalam suatu kompetisi yang terbuka, dan fair. Aku ga pernah ngerasa ‘cengok’. Ga pernah lah ada yang bilang “PECUNDANG LO!!!” ato “HAH! LOSER!!!” kalo yang bilang “YANG NORMAL DONG!!!” banyak juga sih, entah kenapa...
Kembali ke perasaan pecundang tadi. Hidupku aman-aman ajah. Sampai pada suatu hari...aku benar-benar merasa diperbodohi...bukan hanya satu kali...tapi berkali-kali...oleh...ANAK-ANAKKU SENDIRI!!!!
1. Suatu kali, Vina main pake kardus, gueeddee banget kardusnya, sampai-sampai, Vina bisa masukin seluruh badan dia ke dalem ni kardus. Bahkan bisa ditutup, dia juga masih bisa bergerak di dalamnya. Trus, entarnya tu kardus di hias-hias ama dia. Dia bilang...”mama, lihat, Ina bikin rumah anti GEMPAA....teretetetettttt....” ya, dia beneran bilang gitu sambil bergaya bak pesulap gitu. Nah, berhubung aku pengen ngasih dia semangat untuk tetep main dan berkreasi...(sejujurnya, saat itu aku lagi asik baca dang a pengen keganggu, hehehe)...maka aku bilang ke dia...”waahhh, Ina hebat yah? Kok bisa ya bikin rumah anti gempa yang keren gitu???” tahukah anda saudara-saudara apa reaksinya? Dia memandangi aku dengan aneh. katanya... “mama ni aneh, ya jelas aja anti gempa, kalo gempa, yang goyang-goyang kan rumah ini, bukan rumah Ina...namanya juga rumah kardus, kalo gempa, ya lipet aja.......” Dia berkata dengan santai.... aku? Cengok! Feel like a Loser!!!
2. Waktu Vina kecil dulu, dia paling takut kalo ngeliat aku bawa tas. Karena menurut dia, bawa tas = mau pergi. Jadi, dia suka nangis. Kalo aku nenteng tas. Biar kata bajunya bluwek. Nah, saat mesha seumuran Vina saat dia anti tas, kira-kira menjelang 2 tahun gitu, dia mulai super duper lengket sama mama. Mamanya. Aku. Jadi, aku sering menggoda dia juga. Tapi waktu itu aku sedikit lupa dengan kejadian anti tasnya Vina. Sampai suatu hari yang naas...kakak iparku kan tumben tu mau balik ke Denpasar pake acara mampir di rumahku, jadilah terjadi kehebohan, Mesha mau ikut ama dia ke Denpasar. Nangislah si Mesha. Nah, seperti biasa, kalo dia gitu, aku ajak aja kemana gitu, pasti dia mau. Tapi kali ini, gagal. Maka, secara tiba-tiba aku ingat, ‘masa anti-tas’ nya Vina. Maka aku bilang, “ca, mama mau kerja ya?” sontak dia ngejawab...”dak oeh...!” (tidak boleh) tapi tetep melukin mama Ut. Langsung kuambil tas dan kunci mobil, kubilang...”ni, mama mau kerja, bawa kijang...” Mesha (yang udah turun dari gendongan mama Ut, ngeliatin aku. Dari atas ke bawah. Kupikir tampak meyakinkan. Kukira dia udah tergoda. Yang terjadi? Habis ngeliatin aku, dia ngeliatin mama Ut-nya, yang memang selalu berpenampilan dan berdandan bak artis...dan...dia memilih...MAMA UT...!!!!!! oke, aku tau, dari hasil pemantauan Mesha dari ujung rambut ke ujung kaki, dia pasti mikir...mama Ut begini rapi, dan akan ke denpasar...sedang mama? Dia bawa tas, dan bawa kunci mobil...tapi penampilannya...kaya pembantu!! Pembantu aja gayanya lebih keren. Yang tampak, aku seperti pemabntu-pembantu di tipi, yang bawain tas majikannya. Huhu...Feel like a Loser...huhuhu....mana diketawain...huhuhu...

Itu cuma sedikit contoh dari kejadian-kejadian bersama anak-anak, yang bikin aku cengok. ga nyangka aja...jadi pinter ngomong gitu. Bagi yang baru akan punya anak...berhati-hatilah...kejadian mengerikan mengancam reputasi anda...
Hehehe...kidding...
Biar kata kita dibikin bete, cengok, pusing....tapi keberadaan mereka, bikin para ortu serasa menjadi orang yang paling sempurna hidupnya...
Ya toh???
Hanya saja...waspada, wajib itu...