Sabtu, 19 Januari 2013

Hanya pada-Mu

Tuhan...saat galau, cemas, kecewa dan sedih, berbicara dengan-Mu, seperti melepaskan seluruh beban...
Disaat terluka dan tersakiti, saya tau, Engkau tak pernah diam...
Saya selalu percaya bahwa engkau selalu mendengar setiap ceritaku yang kurangkai dalam Doa
Saya selalu percaya bahwa ada jalan di setiap kebuntuan ada setitik cahaya dalam setiap gelap...
Engkau tak pernah melepaskan hamba dari tuntunanmu
Dalam bahagiaku, Engkau selalu mengingatkanku untuk tetap berpijak...
Tuhan, hamba selalu mempercayakan hidup, rizki dan apapun itu, hanya pada-Mu..
Bukan untuk menambah bebanMu, bukan pula untuk lari dari tanggung jawab...
Tapi untuk menyadarkan diri hamba...bahwa hidup itu adalah berkah
Syukurilah, apapun yang terjadi...
Terima kasih ya Tuhan...
Suksma ISHWW
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Jumat, 18 Januari 2013

Bajunya yang Salah ;;)

Belakangan ini...baju saya sepertinya makin tidak ada tata krama-nya...semuanya mengecil, sampai saya susah sekali memakainya. Kalaupun bisa saya pakai, potongan saya jadi mirip kayak lemper yang dikuncir kuda dan berkacamata :D
Terpaksa deh...saya dan beberapa gank lemper memborong habis kain seragam yang dibawakan oleh pedagang kain keliling langganan kami.
Hehehehe, iya sih, faktanya adalah...ukuran kami-lah yang membengkak...tapi, heyy, jangan melecehkan diri sendiri deh, coba ada yang ngatain gendut, pasti bete kan? Jadi supaya hati senang, kita bilang aja, bajunya mengecil, atauuuu...lagi pengen nyumbang seragam buat yang badannya kecil...:p
Ya lo...dua pasang baju seragam saya sudah sukses dilengserkan untuk teman saya yang imut, ikhlas lo, sekaligus kagum, ternyata, saya pernah seramping ituh, hehehehhe
Saya nggak mau terlalu memaksakan diri untuk mengurus seperti dulu, melihat umur sih ya...namanya perempuan, diatas 30th umumnya bentuk badan sudah mulai berubah, apalagi buat saya, yang sudah meluncur ke angka 35th...nyadar diri deh.
Tapiiiii, bukan berarti saya mengizinkan diri saya untuk terlena di balik umur. Bagaimanapun, bawa badan yang terlalu berat, agak susah juga ya, mana lagi saya ini guru yang nggak bisa diem di kelas...hobinya ngider2 dan sesekali bercanda dengan siswa.
Jadilah, kalau terlalu berat, bikin gerakan saya jadi terasa melambat, dan mungkin saja, kurang enak dipandang oleh siswa ;)
Guru itu, ibarat artis yang lagi manggung! Tentu saja minus high heels, make-up komplit dan sasakan...apalagi baju yang menampakkan celengan..
Paling tidak, kalau kita ngajarnya oke, penampakan juga enak diliat...dijamin ga susah menarik perhatian mereka untuk fokus
Oke, kembali ke urusan berat badan...mungkin inilah alasan saya memaksa diri saya berolahraga...
Hadiah valentine dari suami tahun lalu (catat: sudah hampir setahun yang lalu) treadmill...akhirnya saya pakai juga. Selama ini sih lebih sering anak2 yang mempergunakannya. Saya sih, sebulan sekali juga kalau beruntung...:p
Tapi, belakangan ini, saya keranjingan, mengingat, setelah ber-treadmill ria di sore hari, esoknya badan jadi terasa enteng, dan...kegiatan ngemil ga jelas juga jadi berkurang...
Dan, lebih hati-hati waktu memilih makanan.
Mengingat umur juga, kan? Udah deh, bukan waktunya lagi segala macem makanan ditelen...
Contoh yang tidak baik buat vina..
Kalau mesa, emang doyan olahraga, ga masalah lah...
Vina ini yang repot...
Daripada sibuk memaksa dia olahraga, mending dicontohkan deh...
Jadi, buat yang sudah diambang 30, apalagi yang sudah beranak pinak, yuks, mulai deh olahraga...paling bagus sih jalan cepat or jalan gitu deh...seperti sahabat saya nadiani, dia sering lari2 kecil di dalam rumah...hasilnya, tetep ramping bo...
Ga usah mikir mau masuk pusat kebugaran mana gitu, kecuali punya cukup dana dan tentu cukup waktu...kalo ga, diakalin aja deh...pasti bisa :)
Apalagi soal makan...kalo susah nyiapin apel, pilih aja ngemil tomat, di pasar cuma 3rb/kilo, bisa lebih mahal or lebih murah sih...
Yang penting tetep sehat, ya...astungkara ;)
Powered by Telkomsel BlackBerry®

In The Name of Love....

Mempunyai anak...tanggung jawabnya sudah pasti banyak.
Yah, boleh dibilang, pernyataan yang sangat bodoh....Lha orang gila aja nyadar, punya anak perlu tanggung jawab...(mungkin itu sebabnya dia jadi gila...ato memilih jadi gila????)
Apalagi, ada beberapa hal yang ga bisa didelegasikan ke orang lain. Biar kata punya banyak deretan baby sitter dan asisten RT, tetep aja yang namanya anak pastinya dalam hal tertentu lebih memilih ortunya, atau lebih tepatnya, sang mama.
Ah...ada yang bisa mendelegasikan hampir semua tugas pada baby sitter-nya? Bahkan saat sang anak sakit? saat si anak sedih? saat si anak luka? saat si anak bahagia? saat si anak hendak mempelajari sesuatu?
wah...saya hanya punya satu kalimat untuk anda...Saya Ikut Berduka Cita...
Melewatkan banyak hal mengenai anak kita, entah itu anak kandung ataupun anak adopsi...(anak adopsi = anak yang bukan lahir dari rahim kita, tapi lahir dari 'hati')...adalah hal yang akan kita sesali pada suatu waktu nanti...
Saya sendiri...termasuk golongan ibu yang....jangan ditiru juga sih, ya....
tak pernah lepas soal anak2.
Dalam banyak hal, saya jadi sibuk sangat berlebihan untuk urusan anak. Makan, dandan, curhat, belajar, bermain, jadi tim penilai, dan segalanya....
capek banget...dan sibuk banget.
Bagi banyak orang, aku dianggap terlalu memanjakan anak, dan anak terlalu memujaku.
Ya kah? whatever...
Intinya, aku lebih memilih mengikuti kata hati. Aku tak punya pengalaman soal anak, saat aku punya bayi pertama kali.
Tapi, aku mengandalkan daftar bacaan, terutama yang menyatakan bahwa, menjadi orang tua, tak harus selalu mengikuti apa yang tertera pada 'best seller books'
juga, gunakan kata hatimu!!!
Membaca buku atau majalah tentang anak, sangat,sangat perlu....tapi, ingat ya, setiap anak itu istimewa...jadi tidak selalu kita bisa menerapkan apa yang disarankan oleh buku. Kombinasikan dengan hatimu. Sewaktu menghadapi Vina-batita, aku 80% menerapkan apa yang tertulis di buku. Sungguh...Vina yang terlihat manis namun temperamental, Queen type...susah, tapi banyak tips menghadapi yang type Vina di buku....
Begitu ada Meca, wow....aku cuma mampu menerapkan 40%....sisanya? full kombinasi...
Enggak pernah sesuai buku. Sabar? ga nyampe2....bawaannya emosiiii aja.
Tapi, sekalipun marah, ngomel....tetap saja...kami memperlakukan atas dasar cinta...
Saat anak2 sakit, mau yang kalem, mau ngamuk karna tak tahan...mau capek...aku selalu ada untuk menemani, minum obat, menyiapkan makan, membersihkan muntah, kotoran, begadang...apapun...
Dan aku percaya...95% orang tua pasti juga melakukan hal yang sama...
Entah itu karna naluriah, ataupun terpaksa...
Apapun...dan yang pasti, di saat seperti itu, anak2 akan memilih orangtuanya (terutama ibu) untuk selalu disampingnya...
Anak2 yang jarang bertemu orangtuanya saja pasti meminta mama, apalagi yang nempel terus kayak prangko....seperti anak2ku....
Beberapa orang terdekat suka bilang aku berlebihan...
Mungkin...Aku juga tidak tahu...
Tapi, sungguh, suatu kejadian menyadarkan aku....
Tak kenapa aku begadang untuk mereka, tak apa aku menghabiskan banyak waktu untuk mereka...tak apa aku lelah, tak apa aku tak punya banyak waktu untuk hang out, tak apa aku tak selalu bisa bepergian tanpa 'rombongan sirkus'...
Sungguh tak apa...
Kejadiannya, saat penyakit lama-ku kumat...
aku dalam kkondisi benar-benar tak bisa bangun...
Saat aku bangun dari tidur, disampingku, ada semangkuk bubur-tomat-hati buatan Vina... jangan tanya rasanya...jelaslah ajaib, tapi, dari cerita asistenku, Desak Ade,
Vina membuatkan bubur, saat aku tidur habis muntah2. Sewaktu ditanya mbok desak, darimana Vina tau cara bikin bubur kayak gini, Vina bilang..."mama...ina liat mama bikin bubur campur2 kayak gini kalo papa, vina atau meca sakit, supaya mau makan banyak..."
pantas rasanya aneh...ternyata dia cuma mengandalkan penglihatan, bukan mencatat resep...
Sewaktu makan, Vina menyuapi aku pelan-pelan, membawa tisu, dan teh.
Suap, lap...nawarin teh...nyiapin obat, nungguin aku minum obat...
Sampai papanya bilang..."Vina niru mama banget..."
Begitukah aku?
Dia sampai ga main ke rumah teman, menolak ikut ke denpasar...untuk nemani aku
Malamnya, setiap kali aku bangun, Meca pasti ikut bangun, memegang dahiku dan bertanya... "Mama pusing? mama ga bisa bobo? caca temenin mama ya..." hmm...apalagi yang aku harapkan? mencintai, menyayangi kadang memang butuh pengorbanan... Tapi,kalau hasilnya indah...betapapun beratnya...sepertinya sudah tidak terasa lagi :)

Hari Ini ...

Seharusnya hari ini sudah lebih baik kondisi fisik saya...
Tapi, ternyata masih belum cukup baik...
I really need to take a rest...
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Senin, 22 Oktober 2012

Dengan menyebut nama-Mu

Saya seringkali merasa bahwa saya adalah orang yang sangat pemalas. Saya juga sadar (sangat sadar) bahwa dalam pikiran saya masih terlalu banyak hal negatif yang membuat saya mumet sendiri. Sikap egois, pesimis...wah kalau saya rinci, mungkin saya akan membenci sisi jujur dalam diri saya ;) Entahlah, seperti ada yang tidak beres dalam hati dan pikiran saya. Sampai pada suatu waktu, saya diberi kesempatan untuk sering pulang ke rumah bajang dan membantu mama merawat seorang uwak yang sedang sakit. Beliau janda, tidak mempunyai anak kandung. Hanya, beliau sangat menyayangi anak-anak dan suka bercerita. Saya punya banyak kenangan manis tentang beliau. Dari hari ke hari, beliau makin tidak bisa bangun dan melakukan aktivitas sendiri. Mama dan saya yang setiap hari membersihkan badan dan mengganti dengan diapers dewasa. Sebenarnya, mama-lah yang punya andil besar. Saya hanya membantu me-lap dan menggantikan pakaian. Mama yang membersihkan kotoran dll. Tidak akan saya rinci tentang kesedihan yang terjadi pada masa hampir 5 bulan itu. Hingga beliau meninggal. Saat beliau meninggal, saya seperti bingung, sedihkah, atau lega karena tidak perlu melakukan ritual pembersihan? Tidak, saya tidak sedih, tidak pula lega. Kosong. Malam sebelum upacara pembersihan dan kremasi uwak, saya ngobrol banyak dengan kakak ipar saya. Kami membicarakan tentang uwak yang sangat menderita selama sakitnya, yang tidak pernah dijenguk oleh anak angkat-nya, dan anak asuhnya. Tentang uwak yang sepertinya begitu nelangsa dan selalu menangis jika kami membelikan baju/sweater baru di hari raya. Entah bagaimana obrolan kami sampai pada obrolan tentang rejeki, investasi dan komunikasi dengan YME. Kak Ut memberitahukan saya, bahwa komunikasi (meditasi kecil) di pagi hari, sangatlah penting sebelum kita memulai hari. Dia selalu melakukan ritual kecil itu dan merasakan ada banyak perubahan dalam hidupnya. Dia mengatakan betapa dia menyayangi semua keluarga, termasuk saya, dan tidak pernah lelah menyebutkan satu per satu nama kami dalam doanya. Dia juga bercerita tentang rejeki, dan cara bersedekah. Kami beragama Hindu, tapi, kenapa tidak melihat dan menerapkan cara umat kristiani berdoa, dan ketekunan umat islam menunaikan ibadah 5 waktu? Juga belajar menyisihkan beberapa persen penghasilan untuk bersedekah. malam itu, saya tidak bs tidur. Tuhan, seberapa jauh jarak yang sudah saya buat? Saat SMP-SMA saya begitu rajin berdoa di tengah malam, untuk sekedar mendekatkan diri dan menennangkan hati Saya sampai menangis mengingatnya. Esok harinya, di hari pemandian uwak, seluruh keluarga besar terlihat tenang. Saat uwak dikenakan kain pekebah, dan "anak2" uwak berlomba memakaikan kain pekebah mereka, hati saya seperti tertusuk...mengingat di saat uwak sakit, beliau memerlukan banyak kain, mama membersihkan kotoran, papa dan saya bergantian mencuci kain beliau. Bukan mengingat kelelahan kami, tapi mengingat tetes air mata uwak dan mama. Tiba-tiba, suami saya berbisik 'ma, sadar ga, kamu ampe lupa buat pekebah? tapi ma, jauh lebih berharga kita memperhatikan saat beliau masih ada, ketimbang berlomba memberi pekebah" Tuhan...saya tidak bisa menahan air mata. Saya satu2nya orang yang menangis. Saya seperti melihat dan merasakan tangisan uwak. Sepanjang pemandian sampai sorenya, saya tak bisa menahan tangis. Hingga malamnya, suami mengajak saya untuk sekali lagi menginap di rumah mama. Malam itu saya ngobrol dengan mama, di tempat uwak dibaringkan sebelum kremasi. Kami menangis terakhir kalinya, dan yakin, uwak akan jauh lebih tenang di sana. Setelah prosesi itu lewat, saya belajar mendekatkan diri dengan-Nya lagi. Saya selalu percaya kekuatan doa. Saya berdoa untuk keluarga, bahkan saat teman saya ada yang bermasalah, sayaa pasti menyebut namanya dalam doa saya. Saat orang di sekitar kita berbahagia, pasti kita juga akan berbahagia. Saya belajar untuk lebih menyayangi orang-orang sekitar, belajar legowo dan lainnya Banyak perubahan ke arah positif, wlaupun tidak drastis... Saya merasa lebih tenang dan lebih peka.... Dan banyak kebaikan hidup yang saya rasakan... Banyaka yang ingin saya ceritakan...tapi, saya harus masuk kelas :D Astungkara akan lebih baik, itu intinya...:D

Jumat, 24 Agustus 2012

Tentang team work...

Kadang, menyebalkan rasanya saat kita berbicara,tapi seperti tidak diperdulikan. Punya pendapat, tapi kurang dihargai. Berada dalam satu tim, tapi tidak tahu informasi apapun, atau berita terbaru. Menyebalkan kalau info-nya justru kita dapat dari orang lain. Seharusnya, jangan berprasangka atau praduga apapun kepada sesama tim. Seharusnya ajak duduk bersama dan berbicara saat anggota tim lain punya informasi, membuat kesalahan, bertanya atau mendapat masalah. Bukankah lebih baik kalau dibicarakan, daripada berpura-pura manis dan berkata "oh iya tidak apa-apa" tapi mengeluh dibelakang. Bukan tidak mungkin si anggota bermasalah itu sedang bingung juga. Buat apa berbicara dengan orang lain, sekalipun dia sahabatmu, jika tidak diselesaikan dulu urusan dalam team work. Hanya akan menimbulkan rasa tidak enak dan kemarahan. Pernah tidak, kita memikirkan perasaan orang lain? Karena, bukan hanya kita yang punya perasaan di dunia ini.Maka dari itu, ada kata "terbukalah, berbicaralah" Capek kadang-kadang menghadapi ketidakpastian. Yah, yang namanya manusia, pasti akan merasa tidak nyaman dengan segala bentuk ketidakpastian. Apa sih yang kadang membuat seseorang merasa tidak mau berinteraksi dengan oranglain, padahal: kita tidak pernah ada masalah, kita tidak pernah menjadi teman dekat yg kemudian bermasalah, dll. OHHH!! Jadi secara tidak sengaja orang tersebut pernah membuatmu merasa tidak nyaman??? Pertanyaannya...Pernah tidak, kamu berbicara dengan orang tersebut tentang masalah itu? Tidak?? Well, it's your problem... Sekali lagi, jika tentang team work, itu artinya bukan tentang dirimu saja. Jadi, mulailah dengan, menyadari bahwa kita bagian daripada tim, yang terdiri dari banyak orang. Apalagi saat menjadi pimpinan. Wah, bukan tugas mudah. Terutama, jika kita tidak bisa berkomunikasi dengan orang lain. Menjadi pemimpin bukan hanya tentang kepandaian dan pengalaman. Tapi juga tentang kemampuan berkomunikasi dan membagi/mendelegasikan tugas dengan benar... Koreksi bila tulisan saya salah...;)

Miss Galau :/

Beberapa minggu terakhir ini, saya seperti sedang berada pada posisi yang kurang menyenangkan. Kenapa ya? Wah...itulah masalahnya, saya seperti sedang tidak punya kontrol atas diri saya sendiri. Seperti ingin marah, tapi entah apa alasannya. Mau sedih, ngapain juga ya, kebayang ajah kalo nangis gerong-gerong (istilah bali untuk nangis bombay :p) apa nggak mangap semua ni penduduk sekolah... Rasanya, saya mungkin seharusnya melakukan restart atau mungkin refreshing ya? Kalau dipikir dan ditelaah lebih lanjut (duh, bahasanya bikin makin galau), kemungkinan saya kurang bisa me-manage waktu dengan baik. Dan pastinya saya belum bisa menata administrasi keluarga dan pekerjaan. Saya, ternyata masih harus banyak belajar, ya? Banyak sekali... Beberapa kejadian tak terduga, membuat saya seperti dihantam, atau yah, diingatkan lah, bahwa ada banyak kesalahan yg tidak sengaja telah saya buat. Atau, menunjukkan banyak kekurangan saya dalam menjalani hidup :( Yah, bagaimanapun, saya tetap berusaha bersyukur, bahwa dari sekian banyak kekurangan saya, dan kesalahan yang telah saya perbuat, saya diberi kesempatan untuk mengetahui secra langsung apa kesalahan dan kekurangan saya. Paling tidak, saya sadar, bahwa yang terpenting, saya masih mencintai diri saya sendiri. Sangat. Bukan ini bukan bentuk narsisme atau lebayisme (emang ada?), artinya, ketika kita mencintai diri kita dengan benar, maka, kita akan sangat takut menyakitinya, kan? Saya tidak mau menyakiti orang lain, karena saya tidak mau suatu saat saya disakiti, dan kalaupun tersakiti, selalu akan ada pertolongan untuk diri saya. Saya menghindari hal-hal buruk, karena saya tidak ingin mencemari diri saya. Tapi saya juga tidak mau sok baik dan menajdi munafik, karena saya tidak mau kehilangan orang-orang yang secara tulus menyayangi saya. Tetap saja, saya masih belum tau ya, apa masalah sebenarnya dalam diri saya. Mungkin saya harus makin mendekatkan diri dengan-Nya. Harus lebih sering 'berduaan' untuk bisa membuka hati saya, dan mencari tau, apa sih masalahnya... Well, let's try it first... Semoga beruntung, supermom...:)