Minggu, 24 Agustus 2014

I Love u...

Ketika mama mengatakan pada kalian, anak-anak mama, kata sakti "I love U" atau "mama sayang kamu" Ɣªήg mama inginkan, kata-kata itu bukanlah sekedar kata.
Bukan pula untuk menjadikan pengucapan kata itu sebagai kebiasaan antara kita (kebiasaan bisa membosankan).
Υαηҩ mama inginkan adalah...kalian tahu bahwa mama sungguh-sungguh menyayangi kalian.
Itu sebabnya, mama tidak banyak mengkritik pedas, mama hanya mengingatkan, itu sebabnya ketika mengatakan itu mama memeluk kalian, karena mama ingin kalian tahu bahwa mama menyayangi kalian.
Kalian apa adanya.
Kalian Υαηҩ terlalu aktif, kalian Υαηҩ pelupa, kalian Ɣªήg jahil, kalian Ɣªήg kadangkala sembrono, kalian Ɣªήg berisik, kalian Υαηҩ seringkali ƭίϑαƙ membiarkan mama beristirahat :)
Dan tentu saja, kalian dengan prestasi-prestasi kalian...
Mama ƭίϑαƙ ingin terlalu banyak mengintervensi atau mendikte kalian...
Karena mama ingin kalian menemukan sendiri betapa menariknya dunia ini, dan betapa berharga-nya apa Υαηҩ ada dalam diri kalian.
Mama tidak ingin jadi pemain ataupun bintang...
Mama hanya ingin jadi sutradara Υαηҩ mengarahkan kalian dan membuat kalian menemukan sendiri 'gaya kalian'
Mama hanya ingin jadi langit biru Υαηҩ membuat bintang terlihat indah...
Doa mama, akan ada di setiap langkah kalian...
Jadi ketika mama mengatakan "mama sayang kamu..."
Itu artinya...mama bersungguh-sungguh dana kalian bs merasakan makna dari kata itu, sayangku...
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Jumat, 22 Agustus 2014

Melangkah dari Zona Nyaman...

Ketika berita perpindahan dari tempat tugas yang lama sudah positif, jujur saja saya memendam banyak ketakutan.
Saya merasa sangat nyaman di tempat tugas saya sebelumnya. Selain karena 80% guru disana masuk secara bersamaan, ikatan kekeluargaan kami sudah sangat baik.
Tidak ada rahasia diantara kami. Kami semua sudah saling mengetahui satu sama lain. Baik buruk, susah senang, semuanya bersama.
Tetapi, surat pindah itu sudah keluar. Sah. Dan harus dilaksanakan.
Sempat ada kemarahan dalam diri saya. Entah kenapa, dan entah kepada siapa.
Bayangkan saja...saya harus memulai dari nol untuk menyesuaikan diri, membaca situasi dan mempelajari lingkungan baru.
Pada masa jeda, sebelum saya mulai bertugas di tempat baru, karena saya harus menyelesaikan tugas mengajar hingga semester berakhir, banyak hal Υαηҩ membuat saya berfikir.
Saya seperti diingatkan untuk belajar ikhlas, dan selalu melihat sisi positif dari setiap kejadian.
Jujur saya merasa seperti kehilangan cinta pertama. ​ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ"̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ"̮
Akhirnya, pandangan itu saya alihkan. Maksudnya, saya menganggap susut itu seperti rumah bajang, sedangkan sma undisan adalah rumah mertua yg juga saya sayangi. ;)
Keduanya adalah keluarga yang sangat saya sayangi.
Syukurlah, keluarga besar SMA Undisan menerima saya dengan sangat baik. Banyak bantuan ♈ǝлƍ datang kepada saya. Tak ada kebencian, ataupun permusuhan. Semuanya sangat baik.
Dan, ada hal lain Υαηҩ menguatkan saya.
5 anak di rumah...Υαηҩ benar-benar membutuhkan saya.
Davina, Mesha, Aozora, Wahyu dan Vishta.
Mereka anugerah terbesar untuk saya. Dan ketika saya menerima mereka, itu seperti menandatangani kontrak untuk selalu berbagi hidup dengan mereka.
Alay? Ya lah...ibu mana Υαηҩ tidak alay? :)
Kalaupun, ada hambatan dari sisi sertifikasi dan administrasi lainnya...bagi saya, itu adalah konsekuensi dari sebuah pilihan.
Sebagai manusia biasa, pasti ada kekecewaan. Tapi sebagai ibu, bisa selalu dekat dengan anak-anak...itu adalah kebanggaaan.
Aneh? Maksud saya adalah...
Semua sekolah, saat ini dengan absensi sidik jari, mempunyai aturan yg sama tentang waktu kerja.
Keuntungan saya saat ini adalah, jarak tempuh ♈ǝлƍ lebih pendek.
Jadi dalam waktu 5 menit saya sudah berada di rumah.
Disaat kondisi mendesak, entah itu salah satu dari anak2 itu sakit, atau pengasuh berhalangan, atau suami mempunyai kesibukan, bisa kami atur dengan lebih baik, tanpa saya harus ijin dari kewajiban mengajar.
Kalaupun saya wajib stand by di tempat kerja...dalam kondisi mendesak saya masih bisa mengontrol anak2 saya.
Ditambah lagi, wahyu bersekolah di tempat saya mengajar. Kami bisa berkomunikasi lebih intensif.
Dan saya juga bisa lebih nyaman meluangkan waktu untk kedua orang tua saya.
Tentu saja dengan dukungan suami tercinta, pengertiannya dan kesabarannya mendengarkan keluh kesah saya...
Yah, saya semakin yakin, dengan keikhlasan, rasa percaya kepada-Nya, dan keinginan untuk berbakti...
Melangkah keluar dari zona nyaman bukanlah hal yang menakutkan.

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Jumat, 30 Mei 2014

Be My Self...(With any conditions)

"Lebih baik tidak disukai karena menjadi diri sendiri, daripada disukai karena berpura-pura"
I really agree with this statement...
Yeah, saya selalu percaya lebih baik menjadi diri sendiri.
Tetapi, dengan berjalannya waktu, setelah saya mengalami banyak hal, bertemu dengan lebih banyak orang, dari berbagai macam latar belakang sosial dan ekonomi... (Jadi seperti iklan layanan masyarakat :D)
Saya menyadari satu hal...
Menjadi diri sendiri itu harus (tidak bisa ditawar!), tapiiii dengan satu syarat...
Bahwa itu tidak merugikan orang lain ;)
Terdengar agak janggal ya?
Maksud saya begini, ketika kita tau bahwa diri kita itu misalnya manja atau keras kepala, atau tukang pamer atau suka telat atau terlalu sering mengeluarkan kata2 Υαηҩ menyakitkan...
Nah, ada beberapa hal ♈ǝлƍ perlu diperbaiki dengan diri kita.
Misalnya, kita terbiasa berbicara blak-blakan...secara tidak sadar, kita sering menyentil harga diri seseorang, jadi apa salahnya, ketika menyatakan pendapat atau menegur seseorang, gunakan kata2 yg lebih bijak aka: manis.
Atau jika kita sudah terjun ke suatu organisasi, toleransi sangat diperlukan, bukan? Nah, saat itu kita harus bisa menjadi diri sendiri, dengan beberapa catatan.
Jika kita adalah orang yg ceplas-ceplos, boleh saja...hanya, tidak di semua situasi dan kondisi kita bs seperti itu...
Bukan jamannya lagi mengucapkan kata2 sakti : "begitulah saya"
Please...grow up gals...
Menjadi dewasa adalah, jika kita bisa berdamai dengan situasi, dan tetap menjadi diri sendiri...:)

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Kamis, 29 Mei 2014

Hug Me, Mom...

Sentuhan Mencerdaskan Bayi > langsung bisa di praktekkan bun :)

Pelukan, sentuhan dan ciuman sebagai wujud cinta, penting untuk mematangkan otak dan menciptakan hubungan antarsinap syaraf otak bayi.

Hormon "Ingin Selalu Kontak." Oksitosin dikatakan sebagai hormon cinta karena menciptakan perasaan keterikatan dan membentuk hubungan dengan orang lain. Hormon ini dilepaskan saat menyusui, memeluk dan orgasme. Dalam penelitian awal yang dikemukakan dalam Journal Psychiatry, oksitosin dihubungkan dengan kemampuan untuk mempertahankan hubungan interpersonal. Hormon ini menciptakan keinginan untuk melakukan kontak lebih lanjut dengan orang yang dicintai dan setiap pertemuan selanjutnya akan memicu keluarnya hormon oksitosin sehingga Anda selalu diliputi rasa cinta. Penelitian oleh Universitas Sydney juga menemukan oksitosin memperkuat memori terhadap hal-hal baik.

Buktikan cinta Anda. Jangan hanya berdiam diri memendam perasaan. Ungkapkan cinta Anda pada anak, terlebih saat ia sudah bisa bicara. Kata-kata cinta harus diucapkan berulang kali, dan Anda tak boleh bosan bila anak berulang kali bertanya, "Ayah sayang aku nggak? Ibu sayang nggak sama aku?" Anak-anak usia ini senang mendapat ungkapan cinta Anda:
• Peluk. "Mau peluk ibu dulu!" Seberapa sering anak Anda minta dipeluk? Saat sedih ia minta dipeluk. Saat hendak berpisah dengan Anda, ia juga minta dipeluk. Pelukan juga ampuh untuk menghentikan tantrum. Dari pelukan, ia bisa merasakan cinta Anda. Untuk anak laki-laki, mungkin Anda perlu bertanya lebih dahulu, "Maukah dipeluk Ibu?" Jangan sedih bila jagoan Anda menolak. Mungkin ada temannya sedang bermain di rumah Anda.
• Cium. Kebiasaan Anda yang satu ini memang sulit dihilangkan. Sejak anak masih bayi, Anda sudah jutaan kali mendaratkan kecupan gemas di pipi atau kecupan sayang di keningnya. Ciuman itu bukti rasa sayang. Tapi, hindari memberikan ciuman sesudah anak melakukan kesalahan karena ia akan mengartikan ciuman Anda sebagai dukungan atas kesalahannya.
• Belai. Sama dengan memeluk dan mencium, membelai juga untuk mengungkapkan rasa sayang, memberi rasa aman, memberi dorongan dan empati. Belai kepalanya atau usap-usap tangan, kaki, atau pundak. Saat anak sedang sedih, kesal, atau takut, jadikan belaian menjadi cara untuk membuatnya tenang sekaligus tegar.
• Bergandengan tangan menyusuri jalan menuju mini market bersama anak, merupakan bahasa cinta bahwa Anda peduli akan keselamatannya. Bila dia bertanya mengapa Anda selalu menggandengnya, katakan bahwa Anda sayang padanya dan ingin agar ia aman.
• Ucapkan kata cinta langsung dengan kalimat, "Ibu sayang kamu", "Ibu cinta kamu." Ungkapan secara verbal ditangkap dengan mudah oleh anak bahwa Anda begitu menyayangi dan mencintai dia. Perlahan, ia akan belajar mengungkapkan kata cinta atau sayang pada orang yang dia sayangi.
• Memuji, mampu memberikan motivasi dan harapan bagi anak dalam proses perkembangannya. Saat Anda mengatakan, "Ibu bangga sama kamu karena mau membantu ibu. Ibu semakin sayang sama kamu," anak merekam pujian Anda dan ia menemukan ungkapan rasa sayang pada dirinya.

sumber : Ayahbunda
Taken from: Cussons Mom&Me (Facebook)
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Rabu, 12 Februari 2014

Anakku Tetap Anakku...

Apapun yang terjadi anakku tetap anakku

Selamat pagi sobat eMKa Land yang berbahagia, semangat pagi "Teras Melly Kiong" selalu hadir dengan topik yang menyegarkan.

Menyambung pertanyaan bbrp sobat yg sepertinya agak bingung bagaimana memposisikan diri ketika mendapati anaknya dianggap bermasalah padahal versi anaknya tidak demikian.
Pasti bingung tentunya, tidak perlu risau dan mungkin bisa lakukan ini:
- jadilah orgtua yg akan menerima apapun kondisinya anak termasuk jika dia salah, dan ajak anak untuk mereview kesalahannya dan tentunya menumbuhkan kesadaran bahwa dia hrs belajar dari kesalahannya.
-berani mengakui dan minta maaf secara terbuka.
- jika terbukti bukan dia yang salah, ini kesempatan yang baik untuk mengajari anak untuk belajar dari permasalahan yang ada ttg arti pentingnya kejujuran, memaafkan, menjaga kepercayaan dll.

Tolong tidak menempatkan diri pada posisi yang malah menjatuhkan anak ketika anak salah karena akan membuat anak takut mengakui kesalahannya dan tidak akan ada pembelajaran apapun dalam hidupnya.

Selamat pagi
Smile
Melly Kiong
www.emkaland.blogspot.com
www.menatakeluarga.com

" Sandaran kuat bagi anak dari orgtuanya sangat dibutuhkan ketika anak ketika ada masalah, bukan timpaan tangga yg selalu menyertai"
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Rabu, 18 Desember 2013

Dameshora

Kalau dulu cuma ada Damesh (davina&mesha), sekarang sudah jadi Dameshora (davina,mesha&sora)
Komang Prayata Aozorastika, jadi semacam bonus dalam keluarga kami...
Astungkara membawa tambahan kebahagiaan bagi saya dan keluarga :)
Yang terpenting, saya dan suami harus makin belajar tentang arti menjadi orangtua yang sesungguhnya, bukan sekedar stempel...
Semoga saja bisa lebih baik...
Saya yakin tidak akan mudah, tapi bukan tidak mungkin kan?
Berusaha, berdoa dan belajar selalu, Astungkara akan bisa.
Love you Dameshora
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Jumat, 06 Desember 2013

3 Little Angel

Pada tanggal 4 November yang lalu, akhirnya baby yang saya, tepatnya kami, nantikan selama ini lahir juga...(ʃƪ´⌣`) (´ʃƪ`) (´⌣`ʃƪ)
Bayi laki-laki dengan berat 3,55kg itu lahir melalui persalinan normal. Prosesnya hampir sama dengan kelahiran vina dulu...pake acara pecah ketuban di mobil. Bedanya, kemarin itu pecah ketuban-nya tepat saat mobil kami memasuki halaman klinik Puri Ananda. Saya masih bisa berjalan sendiri dan menunggu dokternya datang.
Kelahiran bayi kami saat ini, ditemani oleh suami saya, kalau dulu2 sih saya lebih memilih mama yang menemani, ​ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ"̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ"̮
Well...bayi ini kami namakan Komang Prayata Aozorastika. Prayata itu pilihan Vina :)
Arti keseluruhannya sih, Anak soleh yang merupakan langit biru keluarga Agustika.
Langit biru itu gambaran hidup yang cerah, dimana kita bisa bekerja dan beraktivitas tanpa mengkhawatirkan hujan kan?
Smoga doa kami ini bisa membawa kebaikan bagimu ya nak..
Ahya...kalau dulu Ѷι̥
ηă dan mεćα punya singkatan khusus, yaitu Damesh.
Maka kini, singkatan itu menjadi Dameshora...
Karena kini sudah ada Sora
Jadilah anak2 yang baik, sehat, suputra dan berguna bagi banyak orang ya, anak2ku.
Love u, my 3 little angel..
Terima kasih ISHWW atas karunia-mu
Powered by Telkomsel BlackBerry®