Sabtu, 16 Oktober 2010

PIKUN.COM

Penyakit saya ini, sebenarnya bukan penyakit yang spektakuler. Toh, dialami banyak orang, dan bahkan bukanlah penyakit yang masuk kategori “10 besar penyakit yang membunuh”. Kecuali, mungkin kalau anda apes. Misalnya, anda lupa kalau saat ini sedang bertamu ke rumah calon mertua, eh…malah seenaknya menghabiskan jatah makan orang satu rumah…well, itu mungkin bukan masuk kategori pikun, ya? Tapi…norak.
Kemarin saya baca di surat kabar, bahwa olahraga seperti jalan kaki, bisa membantu mengatasi pikun. Catat: mengatasi…bukan menyembuhkan. Kesimpulan, balik lagi ke niat, usaha dan nasib. Hehehehehe…
Walaupun bukan jenis penyakit ‘berbahaya’, tapi tetap saja, keberadaan penyakit ini menyebalkan, bahkan menyusahkan orang-orang disekitar kita. Masalahnya, pikun saya ini, bukan baru sekarang saja. Biasanya pikun kan dipengaruhi oleh peningkatan usia, hormon, dan lain sebagainya (terdengar ilmiah, bukan? Padahal saya juga tidak tahu pasti….kira-kira saja). Lha, saya ini sudah punya penyakit (katakan saja bakat!) pikun sejak masa remaja.
Kejadian-kejadian dulu…anggap saja saya sudah lupa. Maklum, kalau dirinci semua, sama artinya saya sedang menjatuhkan martabat sendiri. Sebaiknya dibahas yang masih baru saja, jadi akan ada permakluman bahwa kemungkinan saya pikun karena pengaruh hormon, setelah menjadi ibu rumah tangga, juga bekerja.
Apakah saya tidak ada usaha untuk memperbaiki sifat saya? Wah, jangan salah. Sejak 6 bulan terakhir ini, saat pikun makin menjadi, saya tidak pernah lupa membuat catatan jika akan bepergian atau berbelanja. Jadi kalau akan bepergian, sehari sebelumnya saya sudah mencatat apa saja yang akan dibawa. Jadi, tak ada yang tercecer. Walaupun, kadang lupa dinaikkan ke mobil…hahahahahaha! Yang penting saya sudah membuat catatan, menyiapkan semuanya, bagian membawa, diambil alih oleh suami. Aman…
Sejauh ini, yang paling berhasil adalah catatan belanja. Kalau dulu, belanja bulanan bisa banyaaakkk…sekali, tapi sampai di rumah, yang kurang juga banyak! Ternyata, yang tidak penting, atau stoknya masih ada yang saya beli. Atau, kalaupun sudah tepat…waktu ubtuk berbelanja bisa meningkat hingga 3x lipat. Kenapa? Karena saya harus mengingat-ingat dulu… nah sekarang, urusan belanja, sudah bukan masalah…
Hanya saja hal-hal kecil yang tidak bisa mengandalkan catatan itulah yang paling berbahaya. Soal lupa membawakan buku untuk teman, salah kostum, janji dengan teman…karena, kadang saya lupa mencatatnya…
Untung saja, saya tidak pernah lupa jadwal PR, ulangan, ataupun jadwal mengumpul tugas murid-murid saya. Sehingga saya termasuk kategori guru yang “Tidak boleh Diabaikan…”
Di luar itu, Yang paling sering menjadi korban, tentu saja, keluarga dan teman-teman terdekat. Suami? Wah jangan ditanya. Untung saja suami saya masuk kategori orang yang sangat berlapang dada. Kadang suami suka bĂȘte …tapi, namanya juga lupa ya? Begitu juga, kalau bepergian, ketinggalan HP, dompet, KTP, dan sejenisnya, sudah biasa (suami hanya bisa mengelus dada, mau marah…barang-barang itu kan tidak akan datang juga,kan? Begitu katanya…). Untungnya barang-barang tersebut tertinggal di rumah bukan di luar sana. Untung? Rasanya tidak juga, contohnya saat dompet saya tertinggal…itu adalah saat saya mengajak anak-anak dan keponakan bermain di arena bermain sebuah pertokoan di Gianyar. Kebetulan, di saku tas saya hanya ada uang sebesar Rp.100.000,-. Jadilah, yang seharusnya mereka bermain sepuasnya,terpaksa hanya dijatah Rp.20.000,-/ anak. Belum lagi, saat jam makan (total saya membawa 4 anak), kami membeli 2 nasi bungkus, dibagi oleh mereka berempat! Saya? Ya mangap lah…
Di tempat kerja, saya juga sering mendapat telpon dadakan (dan penuh amarah) dari rumah.
2 minggu lalu, Vina, putri sulung saya menelepon “ma…tadi ina kelaparan di sekolah…..”
Jadi begini, di sekolahnya, murid kelas 2 SD masuk pk.10.15 wita. Kebetulan karena ada perayaan something Vina berangkat sejak pk.07.00, saat itu Vina hanya sempat minum susu dan makan roti. Apalagi, saya memang jarang menyiapkan lauk komplit sepagi itu. Karenanya, saya berjanji, saat saya berangkat kerja siang nanti (saya mengajar siang), akan singgah ke sekolahnya membawakan bekal nasi dan ayam goreng kesukaannya. Saat berangkat, kotak nasi lengkap sudah saya masukkan ke dalam tas. Sayangnya…saya lupa singgah di sekolahnya….
Mama juga pernah complain atas pikun saya ini (sebenarnya sih, sering…). Yang saya lupa membawakan pesanan-pesanan mama, lupa menyampaikan pesan penting mama untuk bibi atau paman, atau…seperti kemarin. Saat saya sedang bersiap masuk kelas…(pukul 14.30), mama menelepon…”oming….mana tempe bacem buat mama? Ini, bapak dari tadi Cuma makan lalapan daun singkong…” astaga…setelah saya cek di mobil…plastik berisi tempe bacem yang siap digoreng, masih teronggok jumawa di kursi belakang…seperti biasa…saya lupa singgah. Komentar suami malamnya, “kok, nggak sekalian bawa penggorengan dan kompor, ma?” (nada menyindir…). Kejadian siang tadi malah parah…saat keluar dari apotik, dengan pede saya langsung memakai helm, dan naik ke atas motor merah kesayangan. Sampai tiba-tiba, seorang ibu (yang tadi berbelanja di apotik yang sama…) mendekati saya dan berkata…”aduh, ibu…maaf, itu motor saya bu…”
O M G…..saya baru ingat, motor saya lagi di servis, dan saya membawa motor milik adik ipar saya…duh…yang kayak begini kan susah dicatat ya…? *blushing*

Selasa, 05 Oktober 2010

MARI BERPIKIR BIJAK

“huhuhuhuhuuuuuu……………..” pulang sekolah, Vina nangis.
“knapa geg???” aku, jelas aja nanya ya…namanya juga ngeliat anak nangis. Apalagi ni anak pake acara minta pindah sekolah gitu.
“gara-gara papa sih…ina jadinya digangguin ama temen2 cowok di sekolah…” kata dia.
“….?????” Aku masih berpikir keras. Papa = penyebab ina digangguin???
Agak aneh ya…si papa kan ga pernah ikut2an soal temen2nya anak2. Ada juga dia suka lupa nama temennya mereka. “kok…papa?” tanyaku.
“habis, tadi waktu nyisirin Ina, papa bilang ina tambah cantik…jadinya, kalo ina cantik kan jadi tambah sering diganggu…” jawab dia
* nnnnnnggggiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiingggg*
Ada yang aneh sama jawaban dia:
1. Papanya nyisirin rambut ina? Ya, betul…tapi bukan karna pada saat yang sama aku lagi benerin genteng loh…alasannya, karna aku sedang ke pasar di kota, jadi papanya bantuin dia sisiran.
2. Kalo papa nyisirin = Ina terlihat cantik? Ini benar2 aneh…yang ada, ikatan rambut dia tidak sinkron dimana titik tengahnya, baru tepat.
Kesimpulan.
1. Kenapa papa bilang cantik? Supaya ga disuruh nyisirin rambut lagi. Maksudnya, walaupun bentuk ikatan rambutnya aneh…si papa ga disuruh ngulang.
2. Kenapa Vina digangguin? Ya emang tiap hari aja dia digodain.
3. Soal makin cantik? Yeeeee….emang aja dia narsis!
Maka, solusi yang harus diambil oleh mama yang bijaksana…haruslah dipikirkan secara matang, supaya tepat. Pikiranku saat itu adalah…”ni anak harus dibelai dan diberikan hiburan ataukah…minta ditampol????”
Hmmmm…..menurut lo???

Jumat, 20 Agustus 2010

DOA SEORANG IBU RUMAH TANGGA

by. Sheila Hammock Gosney

Terima kasih ya, Tuhan,
Untuk hal-hal yang harus kukerjakan,
Tugas untuk ditunaikan,
Yang tak pernah benar-benar selesai.
Terima kasih untuk pakaian kotor,
Yang menggunung dengan cepat.
Untuk bak mandi yang baru saja kubersihkan,
Meski aku tahu itu tak akan bertahan lama.
Terima kasih untuk semua mainan,
Yang berserakan di lantai.
Untuk sepatu-sepatu berlapis lumpur kering,
Yang berserakan di depan pintu.
Terima kasih untuk bekas jari kotor,
Di gelas yang tadinya bersih.
Terima kasih untuk karpetku,
Yang sekarang tertutup rumput.
Terima kasih untuk dapur,
Yang tak pernah bersih.
Untuk sabut penggosok,
Yang tergolek di bak cuci piring.
Adalah bukti bahwa aku diberkati,
Tuhan menganugerahiku sebuah keluarga,
Karenanya, aku bisa hidup di tengah semua kekacauan ini.



taken from: CHICKEN SOUP FOR THE SOUL
"Rumahku Istanaku & kisah lainnya"


puisi ini, benar-benar menyadarkan aku...bahwa di tengah semua kekacauan dan tingkat frustasi yang kadang sudah hampir sampai di ambang batas...aku benar-benar beruntung, bisa merasakan semua kekacauan yang justru bisa aku jadikan kenangan yang amat indah...
Benar, profesi utamaku...saat ini...sebagai ibu...adalah impian dan kebanggan dari jutaan wanita di dunia.
Bersyukurlah kau bisa merasakannya Moms...

Kamis, 19 November 2009

Lampu Mati? Bukan masyalahhh......

Dulu...kalo lampu mati, aku dah pusing...jangankan anak2...para anjing di rumah, yang ukurannya gede2 itu....juga panik.com
wah, asalkan lampu mati, diriku harus standby digelayuti kanan kiri oleh anak-anak, sedangkan para anjing? weee...bukan urusan yah.
Ga enak juga kali, digelendoti sama jaguar yang segede beruang itu.
senter, lilin, hape, dan apapun yang ada unsur penerangan, pasti kami bawa sana-sini. Tidak termasuk kompor gas, pastinya.
Tambah lagi, sudah hampir 2 bulan ini, ada pemadaman bergilir. Awalnya sih, pemadaman cuma berlaku setiap hari selasa. Jadi, kalo sudah hari selasa, dengan semangat tinggi, kami bakalan mandi dan beraktivitas sesore mungkin. Mandi, makan, apapunlah. Jadi, begitu lampu mati, kami standby di kamar dan cukup mendengarkan Jaguar yang mondar-mandir bingung di bawah sana.
Aku sedang berpikir bagaimana kalo di kandangnya Jaguar ditaro aja emergency lamp gitu, tapi, entah kenapa, suamiku menolak mentah-mentah. Malah, katanya aku ini aneh...hmmm...
Biarpun kami sudah kaya rombongan apa gitu...hmmm, rombongan sirkus kali ya, kemana-mana bareng, dempet-dempetan, anak-anak tetep ajah ga nyaman kalo gelap begini. Beneran loh...dan sialnya, sudah sebulan lebih ini, setiap kali listrik padam, (eh, tumben gue pake bahasa keren...'padam'...), bapaknya anak-anak pas aja ada kegiatan luar. Entah itu pertemuan, urusan kerja, nganter mertua ke dokter, atau apapun lah...jadilah tinggal aku dan anak2 di rumah. Hanya bertiga. Ribuan, kalo diitung sama Jaguar,Lony,Olive, para ayam, para babi, atao penghuni sawah lainnya...
tapi anak-anak tetep bilang, "mereka ga usah dhitung mama!!!!" kenapa ya?
Ah, pokoke, dulu itu, berat kasusnya kalau lampu mati.
Vina ketakutan...Mesha juga.
Mungkin, mereka sama seperti aku. Aku emang ga gitu nyaman ama suasana gelap. Tapi berhubung ada anak-anak, aku ga mungkin sok imut en turut serta ketakutan, kan?
Bayangkan, kalo aku pipis, itu wc dibuka lebar2 dan 2 makhluk aneh tersayang, jejer-jejer di pintu sambil berpelukan en menatapi aku. Kali pikirnya aku bisa ngilang gitu dari closet ya?
Yang ada, pipisku jadi ga pede mau keluar!
Naaahhh...2 minggu yang lalu, secara ga sengaja, aku nemuin cara ajaib yang bikin mereka ndak takut lagi. Bukan, bukan aku berusaha mengeluarkan aura cakra yang bersinar-sinar dari dalam tubuh aku (kayak di serial naruto itu...), tapi dengan bercerita.
Biasanya, setiap malam, sebelum bobo, well...oke,ga setiap malam sih...kalo bercerita, aku lebih sering pake buku anak-anak.
Berhubung keadaan gelap, kalo baca buku, belekan juga ni mata. Akhirnya aku mengandalkan bakat terpendam aku dalam hal membuat,merekayasa dan menghancurkan cerita.
Pokoke, sebisa mungkin aku membuat cerita lucu dan aneh.
Yang pastinya, kalo dicari, moral cerita ini sangat minim. Kadang nol besar, malah...
Atau joke-joke segar khas noge. Maklum, anak papua kan harus jago mop!
Tentu sesama anak papua, pada tahu mop si nangka?
nah...itu salah satu cerita favorit anak2. Ada juga pangeran kentut, ibu peri -manohara,dll. Jangan tanya gimana ceritanya. Aku asal cerita, pake tokoh2 yang lagi banyak diomongin, sama diselipin moral-moral baik lah...
Jadilah, lampu mati, tapi suasana kamar tetep rame.
Alhasil, jadwal pemadaman yang berkembang jadi 2x seminggu, nggak jadi masalah lagi buat kami.
Malah, kalo lampu tiba2 'pettt', Vina dan Mesha serentak berteriak..."hhhoooreeeeeeeeee, cerita yuk maaa...!!!"
dan, ohya, selasa kemaren, lampu tetep nyala, ga ada pemadaman. Entah kenapa. Sepanjang malam itu, mesha en Vina, dah sibuk nyiapin lilin. Mereka jadi kecewa deh. Tapi aku hadiahi dengan bacain buku baru yang kubeli paginya.
Memang, anak-anak tetep ceria. Tapi, rasanya, mereka tetap menunggu pemadaman.
hehehehehehe....tinggal Jaguar ajah yang ketakutan....

Kamis, 05 November 2009

Salah Asuhan....

Kata suamiku..."ma...anak-anak kita...kayaknya salah asuhan deh..."
hhhaaaaa....mengapa diriku dituduh salah asuhan?
begini...
beberapa minggu yang lalu, Meca, yang tergila-gila sama wau...(wahyu, sepupunya) maklum, wahyu bawa-bawa PS kemana-mana, udah kayak kura-kura gitu deh...hehehehe...nah, dia kan sempet maen seharian di rumah mama, si wahyu lagi melali ama temen-temen di desa. Meca mulai merengek minta main PS. Ya usahalah mama dan nik uti masangin kabel2 PS. Akhirnya...gagal total. PS tetep ga bisa idup...mungkin kurang dikasi napas buatan yak???
seudah beberapa jam, datanglah wau dan gank-nya, jelas si Meca emosi. Lah dia nungguin dari pagi, eh wau dateng ama rombongan mau maen PS. Yang pastinya, Meca ga masuk list buat tanding ama Wau. Merengeklah Meca...Jelas, giliran Wau yang emosi jiwa. Karena emosi, dia ngebentak-bentak Meca...dah gitu, menurut mama dan Uti, si Wau pake acara nendang2 kursi gitu. Seru lah pokoke...Ampe Meca nangis tertahan gitu...dan diambil ama Mama ke gendongannya. Dia pake acara meluk mama kuat2 gitu deh. Mama ampe ngerasain jantungnya Meca berdetak amat cepat.
Sempet rusuh lah suasana di rumah mamaku. Saking emosinya, mama ngusir temen2nya Wau...waaahhh, mama bangunin macan tidur tuh...
Udah gitu, saat wau masih ngomel2, Meca minta duduk aja. ga mau digendong. Sambil masih gondok, mama dudukin Meca disampingnya. Truuuusss....syyuuuut.....Meca oleng bo! Setengah pingsan! WWWuuuuaaaaaaaaaaaaaaa...mama yang panik, cuma bisa treak-treak manggilin Suti dan uwak (nini bangbang, kata anak-anak), pokoke makin heboh lah...Suti ampe bingung sendiri...dalam pikiranku, mama terlihat kayak sedang ngelakuin tarian pemanggil hujan gitu lah...hehehehe,,,
Untungnya, seudah diusug pake minyak dan dikasi air putih...Meca baru bisa ngeluarin tangisnya. Sepanjang hari itu, jadi heboh lah. Waktu pertama dikasi tau, jantungku lumayan mau copot juga loh. Si Meca pingsan? jelas aku atau siapapun bakalan takjub...
Wau ampe sibuk nyiumin adiknya. Termasuk minta maaf padaku dan suamiku. Hehehe...menegangkan sekaligus menggelikan.
Nah, itu baru kasus pertama.
Yang kedua...di hari meninggalnya pekak (kakek) suamiku, di hari penampahan kuningan kemaren. Suasana kan rame, banyak sodara dateng. anak-anak pun rame. Jadilah, dibalik suasana berkabung, anak2 yang belum begitu mengerti arti 'meninggal'...jelas sibuk bermain sama para saudara yang tiba-tiba aja berkumpul.
Saat pekak akan dipindahkan dari kamar ke 'bale dangin', tiba-tiba, kami dikejutkan sama suara tangisan Vina yang kueennnceeeng bener...aku pikir dia kaget ngeliat jenazah kumpinya...langsung aku berlari ke area anak-anak itu.
Sampai disana, yang ada aku ngeliat adik ibu mertuaku, sedang marah-marah sama seorang keponakan.
Jadi, ternyata, merka tu lagi main gitu...trus, entah bagaimana ceritanya, si anak ini, yang memang ada sedikit 'kekurangan' dari segi emosi dan daya pikir gitu, kelepasan mainnya. Saking semangatnya bermain, dia nggak sengaja memukul Vina dengan kekuatan super. Well, terlihat dari tanda merah dan sedikit bengkak di lengan kanan Vina. Memarahi si anak, jelas bukan solusi yang baik. Dia nggak ngerti. Aku cenderung kasihan malah. Tapi, aku ngeri juga ngeliat Vina nangis sesenggukan ampe sesek di tempat tidur. Kali ini, gantian pekaknya yang heboh...maklum, cucu permepuannya, gitu...
Nah...apa hubungannya dong?
Setelah beberapa hari, saat iparku nginep di rumah, kami ngobrol tentang anak2. Saat itulah suamiku bilang, aku ini salah asuhan...
"makanya ma, mulai besok, anak-anak itu, dibentak-bentak, hajar-hajar aja, trus banting-bantingin apa gitu tiap hari...biar ga sana sini pingsan...."
hehehehehe....itu becanda loh...
abis, emang juga ya...dibentakin orang, pingsan, dipukul, pingsan...hehehe...
apa iya aku salah asuhan? aku ga baik-baik amat kok. cenderung bawel, malah. suka marah juga. Tapi orang bilang...beda-lah...
Ya iya lah...aku kasian aja kalo mereka dibentak. Model Mesha dibentakin? Yang ada dia makin kaku. coba kalo kita rayu-rayu, urusan lancar...
Entahlah...aku juga ga gitu ngerti, bagaimana teori dan praktek yang baik mengurus anak...semua ada bukunya, tapi tiap anak, pasti beda kan? Menurut aku, buku mungkin cuma panduan..untuk hal-hal yang positif, yang bisa kita terapkan...
Tapi dalam prakteknya, aku juga makai feeling sebagai orang tua. Aku punya banyak buku-buku tentang pola asuh. Tapi, tetep aja, ga bisa dipraktekkan semuanya pada anak-anak.
Well, jadi ortu, memang tidak ada sekolahnya...cukup dengarkan masukan dari manapun, saring di hatimu...dan terpakan sesuai kata hatimu...mungkin itu lebih baik ya...
Tak apa, dalam hal ini aku salah asuhan...tapi aku tau, anak-anak begitu penuh cinta padaku...liat saja, surat cinta yang setiap hari aku terima dari Vina, dan pelukan sayang meca, setiap jam, bahkan saat dia bermain pun, dia selalu ingat untuk mencariku, hanya untuk memeluk aku. hanya 5 detik, tapi, hatiku bener2 bahagia...

Jumat, 16 Oktober 2009

Galungan, kali ini...

Hari raya Galungan kali ini, bener-bener beda. keponakanku, menikah, di hari penapean (3 hari menjelang galungan)...persiapannya, walaupun melelahkan, tapi menyenangkan...keponakan tersayang...
menjelang galungan, di hari penyajaan (seharusnya khusus untuk membuat kue-kue khas galungan), bapak mertua dan teman2 kantornya, memotong daging, di rumahku. Karena memang kapasitas halaman kami cukup luas. Benar-benar hari yang sibuk. Bagi kami, yang wanita. mempersiapkan banten dan segala tetek bengeknya, bener-bener menguras tenaga. Buatku, ditambah 2 unyil kecilku, yang ga berhenti bikin kerusuhan, adalah bonus capek...oya, ditambah lagi, wahyu, ada dir rumah juga...selamat lah...tapi, ada untungnya juga, keberadaan mereka, bikin kami yang sibuk ini, full tertawa.
ah, ada satu hal yang bikin hari ini jadi heboh. Semalam hujan deras minta ampun...yang terjadi kemudian...banjir di kandang ayam. Bayangkan, hampir mencapai 150 ekor ayam yang baru berumur 2 mgan itu, tewas tenggelam. suamiku jadi rada stress...di sela2 kebingungan dia, seorang karyawan dia nyeletuk...(dengan sedih)..."ternyata, kayak gini, korban tsunami di aceh dulu, ya..." well, mau tak mau, kami tersenyum juga...
di hari penampahan atau sehari menjelang galungan, kesibukan makin parah...terutama buat para lelaki. Mereka yang memasak, juga bikin penjor.
Sibuk...sibuk...
Hari H, Galungan, Rabu kemaren...
para wanita yang super sibuk. Mebanten ke seluruh pelosok desa. Tapi buatku, kali ini terasa lebih ringan. Biasanya, aku yang akan keliling ke pura-pura, ke rumah keluraga besar, dsb...kali ini, aku berbagi, bersama saudara iparku. dia sudah keliling ke pura-pura dadya(istilah di bali, semacam marga kalau di SUMUT), aku tinggal ke beberapa pura. Tapi tempatnya itu loh...satu di ujung utara, satu di selatan...
Galungan kali ini...bukan aku juga yang harus ke rumah bangli atau denpasar...iparku yang jalan, walaupun itu ngorbanin si lucu Abby...maaf ya sayangku...
Galungan kali ini, aku ga jalan2 seperti biasanya. Selesai mebanten keliling...tenagaku sudah terkuras habis, sejak persiapan pernikahan keponakan, sampai persiapan galungan. Sampai di rumah, aku sendirian...anak-anak aku biarkan bermain di lantai atas...suami kuijinkan melali sampai sore sama kawannya, pagar kukunci, ngoroklah aku...percaya atau tidak, sudah seminggu aku tidak tidur lebih dari 5 jam sehari.
Apalagi, ini galungan pertama dimana semenjak persiapannya aku tidak pakai tenaga pembantu. Nyetrika, persiapan alat2...semua sendiri.
Maksudku, untuk keperluan rumah tangga aku sendiri, untuk persiapan banten sih, aku berbagi sama mertuaku...thank's God...mertuaku tidak menyuruh aku terpisah dari segi banten...terima kasih ibu mertuaku...
Hari kedua Galungan, niatnya mau maen ke rumah mama...ternyata beliau sibuk mau ngetog (membereskan sisa2 atau lungsuran dari banten), aku bantu....hampir sejam beberes bo...padahal paginya aku baru saja ke sanggah asal nenek suamiku...
sampai di rumah...untungnya anak2 dan keponakan diambil alih mama.
Aku kunci lagi pagar, aku tidur 3 jam! bersama 3 ekor anjingku, yang aku ijinkan masuk ke dalam rumah. Suamiku, pergi bersama adik dan pamannya...haaaahhhhhh....segggaaarrr...
begitu bangun sore...
benar2 segar...sore sampai malam, barulah banayk yang datang...
okelah...aku sudah segar lagi!!!
Galungan kali ini...berbeda, tapi tetap menyimpan berjuta makna....
Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan....

Senin, 15 Juni 2009

DAVINA - Little Angel...

Pulang sekolah, tanggal 9 Juni kemaren...tiba-tiba saja Vina membuat deklarasi "jangan panggil Ina lagi ya ma..."
Aneh, pikirku...
"Kan lusa Ina ulang tahun, sudah ^tahun, udah gede, punya adik 2...jadi sekarang, namanya mbak Ina..."
oh, oke deh...
"trus nanti, kalo Meca dah segede Ina, baru dipanggil mbak Meca!"
Halah! Emang aneh!
Yup, Davina-ku, tanggal 11 Juni kemaren, merayakan ulang tahunnya yang ke-6.
Nggak berasa, sudah semakin gede.
Dan, dia selalu bersemangat tentang perayaan ultah. 2 bulan lalu, saat meca ultah, dia minta duit sama dadong (nenek)nya, trus itu duit dibagi-bagikan ke semua anak tetangga.
"Buat beli kado...ntar dikasi ke Meca ya..."
Begitu katanya.
Untuk acaranya Vina, sebenarnya aku hanya berencana masak nasi kuning plus lauknya, trus kita makan sekeluarga aja di rumah mertuaku.
Ternyata ni anak, dengan pedenya, ngundang semua anak di lingkungan mertuaku, buat datang ke rumah. Makan2 en ada acara tiup lilin katanya!
Jadilah aku yang blingsatan, nambah masakan...nasi kuning aku oper ke mama, aku cuman nyiapin lauknya ajah. Tapi lumayan bo!
seharian di dapur, pas acara, untunglah, iparku dan mertuaku turun tangan...
Jadilah, hari repot nasional...
Kejadian kemarin itu, masih mending. Daripada setahun lalu. Saat kenaikan ke TK B, aku sengaja membawa bingkisan kue gitu untuk teman-teman Vina. Tapi aku nggak kasih tahu ke pihak sekolah, kalau itu dalam rangka ulang tahun Vina.
Pada hari H, apakah yang terjadi? Jeng jeng...!
Semua anak plus guru2nya bawa kado!
Setelah melalui proses investigasi, tahulah aku, ternyata mereka semua diwanti-wanti buat bawa kado...Ampun dah!
Benar-benar seperti ibunya!!! Bukan mamanya loh...
Hehehe...sory ya bu Dewi...
Davinaku tersayang...my angel. Anak yang bisa dibilang manis, en sejak baby ni anak ga ngerepotin...Mungkin karena sulung, ya?
Eh, ralat deh, sebenernya ga manis-manis amat kok...ada bandelnya juga, suka debat juga...
Vina juga sensitive (banget!), drama queen, dan Hiperbola!!!
Vina bisa nangis tersedu-sedu, kalo d TV ada adegan kekerasan terhadap seseorang.
Dibacain cerita yang menyentuh, air mata berlinangan...
Ada temennya ke sekolah dengan tas robek-robek, dia merengek padaku agar diizinkan ngasi tas dia yang masih bagus.
Dia liat temennya ke uma (sawah) ga pake sandal...dengan senang hati dia kasih sandal jepitnya sendiri.
kadang repot juga seh...
Tapi, dia anak yang bisa kuandalkan, beres-beres kamar, bisa...ngejot(banten kecil buat orang bali), bisa...
Ohya, dia juga bisa bikin anjing jatuh cinta, dengan mudahnya...(babah banget)
beneran loh! rata-rata anjing peliharaan di rumah kami, nunut banget ama Vina.
Lain lah sama Meca, bayangkan ni...ada anjing kampung yang baru kami adopsi (duh bahasanya), namanya Scrabby, sayaaaaang banget ma Vina, sampai2 Vina sakit pun, dia ga mau ninggalin kamar. Seharian dia tungguin di kamar. Makan pun tidak si Scrabby ini.
Kalau Vina sekolah, yang beredar di rumah, tinggalah Meca. Apakah yang terjadi?
Scrabby pura-pura mati! Serius deh...
Dia bakalan tiduran ga gerak-gerak kalo Meca lewat. hehehehe....takut dikerjain
Ada juga Lony, si anjing mini pinser.
Dia demen juga ma Vina. Bahagia bener kalo Vina mondar-mandir. Ya iyalah...isi kulkas ditransfer semua ke mulutnya Lony!!
Kalau Meca maen bola, ga pake basa-basi, secara sukarela dia masuk ke kandangnya Jaguar (Rottweiler!). hehehehehe.....
Kita suka bilang, mereka berdua itu (Vina en Meca), Beauty & the preman!
Apa yang nyebelin dari ni anak?
Banci cermin! Mau mandi, ngaca, habis mandi ngaca...dah gitu perfeksionis. Kalo mau bernagkat sekolah, dari ujung rambut sampai ujung kaki harus perfect.
Ah ya...Vina juga punya tokoh idola, disamping kesukaan dia pada princess, spongebob dan eyeshield21.
Idolanya itu, pingin dia jadikan presiden berikutnya.
Siapa sih? Tanya ajah...
Dia akan jawab..."Mama"
kok bisa?
Kata dia, "mama itu hebat, baik, dan pinter masak loooohhh..."
Hiks, diriku yang dulu super duper tomboy...Terharu ga seh????
(oke, sekarang kita tau, darimana Vina dapat sifatnya yang hiperbola...)
anyway...Selamat ulang tahun sayangku...Semoga panjang umur...
Tetaplah jadi seperti ini, anak baik dan penuh cinta, walaupun hobi berdebat en bertanya...mama bangga sama semua yang ada pada diri Vina.
Jangan berubah ya sayang...
walaupun kata-kata terakhir ini, mengundang 'debatan' Vina...
"Gimana Vina bisa jadi dokter dan pelukis, kalau ina tetep kaya gini, ga gede-gede..."
Hehehehe....love u sweety..
NB.Buat Davina-nya Mona, happy birthday too sweety...semoga panjang umur, dan jadi anak yang soleha...